Forhati Tasikmalaya Gelar Kajian Radikalisme

  • Bagikan
banner 468x60

Tasikmalaya – Forum Alumni HMI-Wati (FORHATI) Tasikmalaya menggelar kajian dalam upaya deradikalisasi di Rumah Madu Cafe jl. Galunggung No 23 Kota Tasikmalaya, Jumat (15/11/2019)

Acara ini dihadiri oleh Koordinator Presidium Forhati Wilayah, Forhati Tasikmalaya, Ketua Umum Kohati Cabang Tasikmalaya dan Narasumber.

Paham radikalisme merupakan ancaman nyata yang hingga kini masih menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara. Tidak hanya di institusi pemerintah, masyarakat, mahasiswa, pelajar dan non pemerintah juga sudah terpapar isu radikalisme.

Perwakilan Forhati Tasikmalaya Hakimah Marwah Insani menjelaskan bahwa radikalisme merupakan propaganda dari orang-orang non muslim yang ingin memecah belah umat Islam.

“Radikalisme memang jadi propaganda nya orang-orang non muslim untuk menghancurkan Islam, terorisme dan radikalisme menjadi salahsatu isu-isu mereka.” Ujarnya

Dia menambahkan sebagai seorang perempuan juga harus terlibat aktif dalam upaya pencegahan radikalisme.

“Kita perempuan tidak hanya harus berbicara tentang keperempuanan, tapi kita pun harus tahu dan tanggap terhadap isu-isu yang sedang berkembang di masyarakat saat ini. Dengan diadakannya kajian mengenai radikalisme ini semoga kita para perempuan dapat ikut terlibat aktif dalam pencegahan radikalisme dan semoga kita bisa membentengi diri dan keluarga kita”. Ucapnya.

Narasumber kajian ini Marsidi Nadam menjelaskan radikalisme adalah strategi barat untuk melemahkan Islam.

“Radikalisme muncul pada tahun 1860. Radikalisme ini merupakan strategi politik/propagandanya barat untuk menghancurkan/melemahkan umat Islam yang kian kuat pun menguasai negara. Banyak skenario rekayasa barat untuk menghancurkan umat Islam, salah satunya kejadian hancurnya gendung kembar WTC, mereka sengaja membuat narasi soal radikalisme”. Pungkasnya. (Rynald/tasikraya.com)

banner
  • Bagikan