Drama Sapi Ngamuk di Puspahiang Kabur Sejauh 4 KM

  • Bagikan
banner 468x60

Tasikmalaya, tasikraya.com-
Seekor Sapi di Kampung Cipatangga, Desa Puspasari, Kecamatan Puspahiang lepas saat hendak diturunkan dari bak terbuka. Suasana Idul Adha 1447 H diwarnai tak terduga, hanya dua orang pekerja yang saat itu memegang tali, namun salah satu tali terlalu pendek dan terlepas.

“Sapi kabur saat mau diturunkan dari bak terbuka. Kan pekerja ada dua orang, satu orang pegang tali. Nah tali yang satu pendek terus lepas. Kami tawarkan mau bantu tapi kata pekerjanya tenang bisa dah biasa taunya kabur.”Ungkap Aa Wastika, Panitia Kurban, Rabu (27/5/2026).

Sapi bisa ditangkap, itu justru berlari kencang masuk ke areal perkebunan. Warga yang mencoba mengejar malah menjadi sasaran seruduk. Beberapa orang terjatuh dan nyaris terluka.

“Kaburnya jauh hampir empat kiloan lebih yah. Saya khawatir kalau ke jalan raya nabrak motor.”Ujar Aa Wastika.

Perburuan Sapi berlangsung dramatis, Setelah berlari sekitar empat kilometer, hewan itu akhirnya bisa dilumpuhkan. Panitia menyebut Sapi tak bisa melangkah lebih jauh karena masuk ke area kebun dengan kontur tanah miring.

“Sapi akhirnya bisa dilumpuhkan usai kabur sejauh empat kilometer, Sapi tidak bisa melangkah masuk areal perkebunan dengan kontur tanah miring.”Tambahnya.

Beruntung Sapi tersebut tidak alami lika atau patah. SApi akhirnya disembelih saat perayaan Idul Adha berlangsung.

Kejadian serupa terjadi di Kampung Padaluyu, Desa Puspahiang. Seekor sapi cokelat mengamuk saat hendak disembelih. Hewan itu meronta berulang kali dan nyaris menendang warga yang berada di sekitarnya.

Situasi baru bisa dikendalikan setelah panitia menarik tali di bagian kaki sapi hingga hewan itu terjatuh.

“hampir lepas untung segera dikendalikan.”Jelas Wakhidun Jemaah Kurban.

Bagi warga Kampung, suasana seperti ini justru menjadi pemandangan biasa saat Idul Adha. Wakhidun, warga setempat, mengaku justru menikmati keramaian saat sapi hendak disembelih.

“Sayamah suka seru kalau kurban pas sapi mau sembelih rame-rame kalau di kampungmah.”Tutur Wakhudun.

Meski menimbulkan kepanikan sesaat, insiden ini tidak sampai menimbulkan korban luka serius. Panitia mengimbau agar ke depan proses penurunan dan pengikatan hewan kurban dilakukan lebih hati-hati, terutama dengan melibatkan tenaga yang cukup.

Idul Adha tahun ini di Tasikmalaya pun jadi lebih berkesan. Selain berbagi daging kurban, warga juga mendapat cerita “drama” Sapi ngamuk yang akan jadi bahan obrolan lama.

  • Bagikan