Tasikmalaya, tasikraya.com-
Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Siliwangi (Unsil) menyelenggarakan kegiatan pelatihan bertajuk “Penguatan Implementasi Pendidikan Jasmani Inklusif Melalui Pendampingan Guru PJOK SMP Kota Tasikmalaya”.
Kegiatan yang didukung skema Program Penerapan IPTEK Berbasis Masyarakat (PPIBM) LPPM Unsil ini berlangsung di Ruang C.2.2 Gedung Muhammad Nu’man Somantri, Universitas Siliwangi.
Program ini diinisiasi oleh Ketua Tim Pengabdian, Melya Nur Herliana, M.Pd., bersama anggota lain diantaranya H. Budi Indrawan, M.Pd., Laely Armiyati, M.Pd., Iman Rubiana, M.Pd, Iman Rubiana, M.Pd., Ari Priana, M.Pd. dan H. Budi Indrawan, M.Pd.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pemahaman dan keterampilan praktis para Guru dalam merancang pembelajaran Olahraga (PJOK) yang mampu mengakomodasi Siswa Berkebutuhan Khusus (ABK) di Sekolah inklusif reguler.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, dari sekitar 500 Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang tersebar di 25 SMP inklusif, baru sekitar 30 persen yang berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran jasmani di Sekolah.
Minimnya media adaptif dan alat olahraga berbasis sensorik menjadi salah satu faktor utama yang menghambat partisipasi siswa disabilitas.
Ketua Tim Pengabdian, Melya Nur Herliana, M.Pd., menjelaskan bahwa pelatihan ini menghadirkan solusi konkret berupa penerapan model pembelajaran diferensiasi yang didukung oleh perangkat inovasi seperti modul digital, video pembelajaran adaptif, dan panduan praktis modifikasi aktivitas fisik.
“Tujuan utama kami adalah memastikan setiap anak, tanpa memandang kondisi fisik maupun neurodivergen, mendapatkan hak dan kesempatan yang sama untuk bergerak aktif dan bugar di sekolah. Melalui pelatihan ini, kami mendampingi para guru agar mampu merancang Modul Ajar adaptif dan aman bagi seluruh siswa.”Ungkap Melya, Jumat (28/8/2026).
Rangkaian acara diawali dengan tes awal (pre-test), dilanjutkan dengan penyampaian materi pertama oleh Iman Rubiana, M.Pd. mengenai Konsep dan Prinsip Pendidikan Jasmani Inklusif.
Pada sesi kedua, Ari Priana, M.Pd. membekali para peserta dengan Strategi Adaptasi Modul Ajar untuk Pembelajaran Inklusi. Kegiatan dilanjutkan dengan workshop penyusunan perangkat RPP/Modul Ajar adaptif dalam pendampingan lapangan.
Dalam kesempatan tersebut, tim pengabdian Unsil juga secara simbolis menyerahkan cenderamata serta perangkat media pembelajaran inklusif kepada pengurus Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PJOK SMP Kota Tasikmalaya sebagai bentuk kemitraan.
Melalui program pendampingan dan evaluasi berkelanjutan di bawah wadah MGMP PJOK ini, diharapkan minimal 75 persen Guru PJOK SMP di Kota Tasikmalaya dapat mengimplementasikan metode inklusif secara mandiri di Sekolah masing-masing.
Sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 terkait Pendidikan Berkualitas dan Aksesibilitas Inklusif.

