Dilema Pendidikan Di Indonesia selama Pandemi

  • Bagikan
banner 468x60

Penulis: Dini Yuliana Solin
(Peserta Advance Training Badan Koordinasi Riau – Kepulauan Riau)

Masa Pandemi Covid-19 membuat pola pendidikan berubah. Semula proses belajar mengajar dilakukan dengan tatap muka. Tetapi kini, proses belajar mengajar dilakukan secara jarak jauh dengan memanfaatkan jaringan internet, serta teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Munculnya grafik yang terus meningkat dalam dunia teknologi komunikasi dan informasi memunculkan peluang maupun tantangan baru dalam dunia pendidikan. Salah satu peluang baru yang muncul adalah akses sumber materi yang lebih luas terhadap konten multimedia yang lebih kaya, dan berkembangnya metode pembelajaran baru yang tidak lagi dibatasi oleh ruang, waktu dan sumber belajar. Di sisi lain kemajuan teknologi dengan beragam desain digital yang terus berkembang juga menghadirkan tugas-tugas baru bagi pemangku dan penyelenggara pendidikan untuk terus menyelaraskan kegiatan pembelajaran dengan metode daring.

Selain itu kebermanfaatan dilakukannya pembelajaran jarak jauh (PJJ) telah mengarahkan proses pendidikan di tanah air ke arah digitalisasi. Namun di sisi lain, hal itu juga menimbulkan hambatan. Mengingat luasnya negara Indonesia yang memiliki perbedaan sosial budaya, dan kondisi daerah. Bagi daerah yang mengalami kendala akses internet dan infrastruktur karena rendahnya tingkat ekonomi masyarakat, PJJ cukup sulit untuk dilakukan, sehingga terkesan belum siap beradaptasi dengan perubahan. Hal ini juga yang sangat penting diperhatikan oleh pemerintah, sehingga segala bentuk kebijakan yang dikeluarkan mempertimbangkan segala aspek kehidupan.

Agenda kegiatan pembelajaran yang tertuang dalam rencana pembelajaran jarak jauh berupa skenario pembelajaran yang dituangkan dalam sebuah tugas menjadi pengganti kegiatan peserta didik yang semula dilakukan secara tatap muka dilakukan dengan mengkolaborasikan peran orang tua peserta didik dalam proses pembelajaran yang dilakukan di rumah. Orang tua turut berperan sebagai pendamping para peserta didik saat belajar di rumah. Walaupun terdapat kendala di lapangan, misalnya kurangnya pengetahuan di bidang IT, bahkan ada sebagian peserta didik yang tidak mempunyai handphone sehingga ini menjadi tantangan siswa saat melaksanakan belajar jarak jauh.

Saat ini DPR dan pemerintah sudah membuat draft pendidikan nasional yakni simulasi proses belajar mengajar tatap muka yang dilakukan di daerah kawasan hijau dari covid-19.
Selain itu kendala lainnya adalah Undang-undang pendidikan yang saling tumpang tindih.

 

*Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.

  • Bagikan