Demi Konten, Dua Pemuda Tasikmalaya Mutilasi Monyet Dengan Sadis 

  • Bagikan
banner 468x60

Kabupaten Tasikmalaya- Satreskrim Polres Tasikmalaya mengungkap kasus mutilasi satwa liar di Tasik Selatan (Tasela) yang dilakukan oleh dua orang pemuda, mereka adalah Indra (27) asal Kecamatan Salopa dan Asep Yudi Nurul Hikmah (25) asal Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya.

Dua orang pemuda tersebut melakukan mutilasi demi konten di media sosial, selain itu mereka juga menjualnya secara online. Polres Tasikmalaya berhasil menangkap mereka pada Sabtu (10/9/2022).

Asep Yudi Nurul Hikmah (25) asal Kecamatan Cikatomas itu nekad menganiaya bayi monyet dan monyet dewasa dengan cara sadis. Sementara, Indra (27) asal Desa Mandalahayu, Kecamatan Salopa bertugas memperjual-belikan hewan dilindungi jenis Lutung Jawa.

Hasil pendalaman, pelaku ternyata menganiyaya bayi monyet demi membuat konten video, konten ini kemudian ditawarkan melalui media sosial dan dijual secara online.

“Kami sampaikan hari ini Satreskrim Polres Tasikmalaya berhasil mengungkap pelaku atau tersangka penganiayaan hewan dilindungi. Ada dua orang inisial AY dan I. Dimana dua Tasik ini berdomisili di Kabupaten Tasikmalaya.”Ucap AKBP Suhardi Hery Heriyanto, Kapolres Tasikmalaya saat Jumpa Pers di Mapolres Tasikmalaya, Selasa (13/9/2022).

AKBP Suhardi menyebut pelaku menganiaya satwa liar, ada bayi dan ada yang monyet dewasa untuk konten. Lalu, videonya itu dijual pada pembeli.

Sontak, kekerasan yang dilakukan pelaku tersangka sangat sadis terhadap monyet ini. Adapun itu, beberapa ekor monyet dimutilasi, diblander, dibor serta dipukuli.

“Sesuai video yang beredar memang sangat sadistis yah perlakuan pelaku.”Jelas Suhardi kepada wartawan.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Ari Rinaldo, SH menjelaskan pelaku telah menganiyaya 12 ekor monyet untuk konten. Monyet ini didapati dengan cara berburu hingga dipasok dari luar kota.

“Kalau dari hasil penyelidikan yang masih berubah ubah, pelaku mengaku menganiaya monyet sampai 12 kali, hingga mati semuanya. AY ini menganiaya monyet kalau I menjual lutung.”Tambahnya.

Sehingga, pelaku ini menjual konten penganiyaan pada monyet melalui media sosial. Kemudian, pembelinya diketahui ada yang berasal dari luar negeri.

Menurut AKP Ari Rinaldo, Satwa liar monyet yang dilakukan kekerasan diduga tidak dikonsumsi dagingnya.

“Tangkap monyetnya ada berburu, ada beli dari iklan di medsos. Sementara tidak dikonsumsi organ tubuh diblander. Konten sementara bikin video dijual di iklankan di facebook. Kalau ada yang nawar dijual. Hasil pendalaman pembeli sementara ada yang dari luar negeri.”Tegas AKP Ari Rinaldo, SH.

Polisi mengamankan barang bukti berupa pisau, sejumlah uang 190 ribu, satu buah panci alumunium, blander, ATM, Mesin bor, Handphone 3 Unit, Gambar anak monyet, Kaos lengan panjang, dan Gelang bambu 4 buah.

Sedangkan, pelaku tersangka atas perbuatannya itu, kedua Pemuda di Kabupaten Tasikmalaya dijerat dengan Pasal 40 juncto Pasal 21 Undang-Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem, serta Pasal 91 UU Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan Hewan dan Kesehatan Hewan. Kedua tersangka terancam hukuman penjara sekitar 5 tahun dan denda Rp 100 juta.

 

(Rizky/tasikraya)

banner
  • Bagikan