Buku Karya Mahasiswa Tasikmalaya Resmi di Launching

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Tasikmalaya- Puluhan penulis yang tergabung dalam Forum Penulis Mahasiswa Tasikmalaya (Formalista) gelar peluncuran buku di Gedung Kesenian Dadaha, Kota Tasikmalaya, Rabu (5/1/2022).

Sebanyak 38 tulisan dihasilkan oleh 36 Penulis yang semuanya mahasiswa dari 9 Kampus di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, mereka tergabung dalam Forum Penulis Mahasiswa Tasikmalaya (Formalista).

Asep M. Tamam Pembina Formalista mengatakan, karena proses yang bisa dibilang cukup singkat sehingga pihaknya hanya mampu menghasilkan tulisan dari perwakilan 9 kampus.

Ia menjelaskan, Formalista ke depan akan menghimpun semua Penulis dari tiap Kampus Se-Kota dan Kabupaten Tasikmalaya.

“Sayang kalau kita tidak mengambil atau mengajak semuanya, jadi Insya Alloh semua kampus akan kita akomodasi untuk menjadi bagian penting dari kebangkitan dunia literasi di Tasikmalaya.”Ucapnya.

Namun, Asep menyebut, peluncuran buku sekarang adalah seri ke-3. Sebelumnya, sudah ada buku yang diluncurkan dengan judul Kota Tasik dalam beragam Perspektif dan Dari Perempuan Tasikmalaya untuk Perempuan Indonesia.

“Mungkin lebih dari 5 seri kedepannya oleh para penulis dari berbagai generasi, bahkan dalam dua bulan kedepan akan hadir juga buku tentang pelajar. Jadi dari pelajar Tasikmalaya untuk Pelajar Indonesia, tapi judulnya akan diubah bukan lagi seperti buku pendahulunya.”Ungkapnya.

Sementara itu, untuk puncak acara akan dilaksanakan pada 22 Oktober 2022 mendatang. Dimana akan mencoba menghimpun para Penulis dari kalangan Santri. Nantinya sangat dimungkinkan untuk dilakukan hal yang sama dengan judul dari Santri Tasikmalaya untuk Santri Indonesia.

“Kita sudah merumuskan itu mudah-mudahan tidak mendapatkan kesulitan, karena kesulitan itu sudah terlewati. Dulu obsesi untuk menghadirkan buku yang ditulis penulis Tasik sekarang kan sudah terwujud.”Paparnya.

Kendati demikian, Asep tidak menuntut apa-apa dan tidak juga menuntut kepada siapa. Pasalnya, semua yang tersaji murni dari mereka yang terlibat dan berasaskan kesederhanaan.

“Kita bisa saksikan hari ini begitu sederhana, meskipun yang dilaunching itu tidak sederhana. Sebab melewati sebuah proses yang hari ini menghasilkan sejarah.”Pungkasnya.

(Rizky/tasikraya)

  • Bagikan