Kota Tasikmalaya- Pembatalan Musyawarah Daerah (Musda) ke-VI DPD KNPI Kota Tasikmalaya yang dilakukan secara mendadak membuat polemik berkepanjangan.
Organisasi yang dipimpin Ahmad Junaedi Sakan ini mendapat kritikan keras dari banyak pihak, salah satunya adalah dari KBNU.
Seolah kena “Prank” oleh DPD KNPI Kota Tasikmalaya, KBNU Kota Tasikmalaya protes keras, Opik Taupikul Haq, S.Sy sebagai koordinator 12 OKP KBNU yang tergabung dalam rumah besar perjuangan pemuda (KNPI) menyatakan sikap dengan 6 point.
“Pertama, bahwa pembatalan serta penundaan pelaksanaan Musda KNPI ke-VI yang dilakukan secara sepihak tanpa melibatkan OKP bagian dari kemunduran Demokrasi Kepemimpinan Pemuda di Kota Tasikmalaya.” ungkap Opik.
Kedua, Opik juga menyampaikan bahwa setiap keputusan strategis DPD KNPI Kota Tasikmalaya yang dianggap penting harusnya melalui mekanisme & kontitusi organisasi KNPI.
“Ketiga, bahwa diundurnya pelaksanaan Musda KNPI Kota Tasikmalaya dengan alasan covid-19 dianggap tidak rasional. Seharusnya DPD KNPI bersama-sama dengan Pimpinan OKP mencari upaya lain misalnya Musda Virtual sehingga masih bisa terhindar dari penyebaran virus covid-19.” tambah Opik.
Selanjutnya, KBNU juga mengkritik tentang pengambilan keputusan terhadap penundaan Musda KNPI Kota Tasikmalaya yang hanya melibatkan para calon ketua DPD KNPI Kota Tasikmalaya, tanpa melibatkan OKP dan DPK sebagai pemilik sah mandat KNPI, KBNU menyebut keputusan tersebut cacat hukum & cacat moral.
Dalam point ke-lima dan ke-enam, KBNU mendorong DPD KNPI Provinsi Jawa Barat harus segera membekukan pengurus DPD KNPI Kota Tasikmalaya & mengambil langkah strategis guna terjaganya kekosongan kepemimpinan DPD KNPI Kota Tasikmalaya, dan bersama-sama dengan para pimpinan OKP untuk segera merumuskan tim transisi kepemimpinan KNPI Kota Tasikmalaya.
(Rizky/tasikraya)

