Kota Tasikmalaya – Mahasiswa Tasikmalaya yang tergabung dalam HMI, IMM, PMII, KAMMI juga selain sampaikan tuntutan yang berkaitan dengan isu Nasional dan isu Daerah dalam Hari Keadilan Internasional.
Saat Jumpa Pers usai Sidang Rakyat Mahasiswa meminta kepada Walikota Tasikmalaya agar memenuhi janji-janji Politiknya.
Antara lain, dalam wirausaha baru yang digadang-gadang menjadi Program unggulan Pemerintahan Kota Tasikmalaya.
Dipaparkan Ketua Umum HMI Cabang Tasikmalaya Yoga Ahmad Fauzi kepada wartawan usai melakukan Sidang Rakyat di Gedung Paripurna DPRD Kota Tasikmalaya dalam rangka Hari Keadilan Internasional, Jumat (17/06/2020)
Ketua Umum HMI Cabang Tasikmalaya Yoga Ahmad Fauzi kepada Wartawan mengatakan.
“Wirausaha baru hanya janji belaka Kota Tasik Industri belum tercapai secara utuh kemiskinan masih terendah. sebagai mahasiswa meminta keseriusan Walikota Tasikmalaya Budi Budiman dalam memimpin Kota Tasik bukan melaksanakan rutinitas saja”sambungnya
Kendati demikian, Pencederaan moral yang dilakukan Walikota Tasikmalaya sudah menampar kami. bahwa seharusnya Walikota Tasikmalaya harus menjadi contoh tauladan kita tentunya.
“Kita menyayangkan status dia (Walikota Tasikmalaya) menjadi tersangka KPK, kenapa tidak diberhentikan saja, apapun yang dilakukannya sudah tersandung dan tertera statusnya sebagai tersangka KPK.”ujar Ketua HMI Cabang Tasikmalaya
Para aktivis Mahasiswa Tasikmalaya tergabung 4 elemen meminta kepada Walikota Tasikmalaya harus Legowo dan Berhenti secara terhormat.
“Kita lihat seperti pejabat yang lain harusnya legowo dan berhenti serta memberikan amanat kepada yang lain-lain. sesuai dengan Undang Undang (UU) yang berlaku, prilaku koruptif ini dekat dengan tabiat meski dia berupaya meyakinkan publik kalau dia tidak melakukan hal dugaan korupsi tersebut, Namun ini kan sudah tersandung.”Tandasnya
Kendati demikian, Anggaran yang digelontorkan sangat besar masker melebihi jumlah kota tasik masker kita hanya dirampas dan diberikan Punishment (Hukuman) tetapi di berikan hak-hak masyarakat.
Sebagian contoh, Masker tidak sampai ke masyarakat bawah, ada pengadaan masker dan sumbangan masker yang diberikan kepada komunitas melalui Pemerintah Kota Tasikmalaya. Namun faktanya banyak masyarakat yang belum memakai masker dan masyarakatpun malah ini mau di denda.
“itu berkaitan dengan keadilan sosial, bagi seluruh rakyat indonesia belum tercapai.”Pungkasnya
(Rizky/tasikraya)

