Tumpukan Sampah di Kota Tasik Kian Prihatin, GPPK Soroti Honor Pengangkut Sampah Mandeg

  • Bagikan
banner 468x60

Tasikmalaya, tasikraya.com
Viral di media sosial terkait tumpukan sampah kian menggunung di beberapa sudut Kota Tasikmalaya.

Tentu persoalan penumpukan sampah kembali menjadi sorotan serius. Sejumlah titik di wilayah Kota dilaporkan mengalami lonjakan volume sampah yang signifikan dan bau menyengat.

Bahkan tumpukan sampah hingga meluber ke badan jalan dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Kondisi ini menuai keprihatinan dari sejumlah masyarakat, salah satunya Deden Tazdad selaku Ketua Dewan Pembina GPPK (Gerakan Penerus Perintis Kemerdekaan) Kota Tasikmalaya.

Deden menilai, persoalan Sampah di Kota Tasikmalaya tidak berdiri sendiri, melainkan dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang saling berkaitan.

Deden menjelaskan, salah satu penyebab utama adalah meningkatnya pola konsumsi masyarakat modern yang sangat bergantung pada penggunaan plastik.

“Hari ini kita dihadapkan pada gaya hidup instan yang serba plastik. Ini berdampak langsung pada volume sampah yang terus meningkat setiap harinya.”Sebut Deden, Rabu (13/5/2026).

Sontak, Deden pun juga menyoroti keterlambatan pembayaran honorarium bagi para tenaga Sukarelawan (Sukwan) pengangkut sampah.

Kondisi inilah dinilai berdampak pada menurunnya kinerja di lapangan Sehingga distribusi dan pengangkutan sampah menjadi tidak optimal.

Faktor lainnya, keterbatasan armada pengangkut sampah yang dinilai tidak sebanding dengan volume sampah yang dihasilkan masyarakat. Minimnya sarana operasional ini memperparah penumpukan di berbagai titik.

Deden menilai, persoalan ini juga tidak lepas dari aspek kepemimpinan daerah.

Ia menyebut kurangnya kelihaian dalam menjemput anggaran dari Pemerintah Pusat sebagai salah satu kendala dalam penguatan sektor kebersihan.

Kendati demikian, lanjut Deden, belum optimalnya sinergi antara Pemerintah Daerah dan DPRD turut memperlambat penanganan masalah yang seharusnya bisa diantisipasi sejak dini.

“Persoalan sampah ini bukan hal baru. Ini penyakit lama yang terus berulang dari satu Pemerintahan ke Pemerintahan berikutnya di Kota Tasikmalaya. Bukan sekali dua kali terjadi. Hanya saja, saat ini dampaknya lebih terasa karena sampah sudah meluber hingga ke jalan.”Paparnya.

Dewan Pembina GPPK mendorong adanya langkah konkret dan terukur dari seluruh pihak terkait untuk segera mengatasi persoalan tersebut, mulai dari pembenahan sistem pengelolaan sampah, peningkatan fasilitas, hingga penguatan kebijakan berbasis kolaborasi lintas sektor.

Dengan kondisi yang semakin mengkhawatirkan, masyarakat berharap adanya solusi cepat dan berkelanjutan agar wajah Kota Tasikmalaya kembali bersih dan nyaman untuk dihuni.

  • Bagikan