Ngabuburit Pengawasan: Pemilu Bukan Hanya Tentang Pemilih Tapi Tentang Kepercayaan

  • Bagikan
banner 468x60

Bandung, tasikraya.com
Ngabuburit Pengawasan Bawaslu Jabar terkait penguatan integritas dan etika penyelenggara Pemilu di Kantor Bawaslu Jabar, Bandung, Jawa Barat.

Fereddy, SE., M.H Kordiv SDMO Bawaslu Jabar mengatakan Pemilu bukan hanya tentang pemilih tapi tentang kepercayaan.

“Kepercayaan publik itu lahir dari satu hal yaitu integritas etika penyelenggara Pemilu. Sebagai penyelenggara Pemilu kita memegang peran strategis, setiap keputusan, setiap sikap, setiap unggahan di medsos dapat mempengaruhi persepsi publik terhadap kualitas demokrasi.”Ucap Fereddy, dalam unggahan di chanel youtube, Minggu (1/3/2026).

Karena itu, kata dia, penguatan dan integritas serta etika bukan sekedar aturan administratif melainkan pondasi moral dalam menjalankan amanah demokrasi.

“Prinsip utama kita jaga, mandiri bebas kepentingan apapun, jujur setiap proses atau keputusan adil memperlakukan semua pihak secara setara. Transparan terbuka, terhadap publik dan akuntabel bertanggung jawab atas setiap tindakan.”Jelasnya.

Bawaslu teguh memegang prinsip menjaga marwah penyelenggara Pemilu, dilapangan tantangan integritas dan etika itu nyata. Lalu, tekanan politik relasi personal dan normalisasi pelanggaran kecil bisa mengikis nilai kita pegang.

Karena itu, kata Fereddy, integritas harus tetap diperkuat bukan hanya saat tahapan Pemilu tetapi setiap hari dan waktu.

Selain itu, integritas berarti konsistensi antara nilai ucapan dan tindakan jujur saat diawasi, dan jujur ketika tidak ada yang melihat.

Lanjut lagi, integritas menuntut keberanian untuk menolak tekanan, menahan godaan dan berdiri pada kebenaran.

Dikarenakan, etika penyelenggara Pemilu adalah kompas prilaku. Dan dia mengatur ketika bersikap berbicara dan bertindak secara profesional, parsial dan berkeadilan.

“Etika bukan hanya berlaku diluar sidang atau kantor tetapi diruang publik dan ruang digital. Penguatan interigritas dan etika dimulai dari diri sendiri menghindari konflik kepentingan serta membangun budaya saling mengingat.”Ujarnya.

Bawaslu tidak hanya mengawasi tahapan Pemilu, tetapi menjaga nilai demokrasi sendiri.

“Integritas dan etika adalah bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat dan konstitusi.”Pungkasnya.

  • Bagikan