Mabuk Obat Batuk ! Pria di Bojonggambir Sasaran Amuk Warga Usai Pick Up Nyungsep

  • Bagikan
banner 468x60

Tasikmalaya, tasikraya.com
Video keributan di Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya viral di media sosial. Seorang pria sempat dikeroyok warga setelah mobilnya masuk ke kebun teh.

Sontak, Pria ini berprilaku diluar wajar diduga setengah mabuk. Peristiwa itu terjadi Minggu 26 Juli 2026 sekitar Pukul 10.00 WIB di Kampung Kopeng, Desa Pedangkamulyan.

Sementara, informasi dari Polsek Bojonggambir menyebutkan Pengemudi pick up bernama Cucu Yusup (42) warga Kampung Sindangkasih, Desa Singasari, Kecamatan Taraju.

Lalu, mobil yang dikendarainya melaju kencang dari arah Bojonggambir menuju Culamega, lalu keluar jalur dan masuk ke kebun teh milik warga sedalam sekitar 5 meter.

“Diduga pengemudi mengonsumsi obat batuk jenis Komik dalam jumlah berlebihan sehingga kehilangan kendali.”Ucap Iptu Agus Sukmana, Kapolsek Bojonggambir, Senin (27/7/2026).

Usai kecelakaan, Cucu keluar mobil dan meminta bantuan. Namun gerak-geriknya dinilai aneh oleh warga. Dia sempat menghentikan pengendara lain untuk meminjam kendaraan dan melempar batu ke arah warga yang hendak menolong.

“Tah ieu mobilna rek ditulungan kalah maledog don. Tah ieu batuna.”Jelas terdengar suara dalam rekaman video yang beredar.

Dalam video lain, seorang Sopir Mini Bus mengaku sempat diminta Cucu untuk menyerahkan kemudi.

“Nyegat didinya tadi ieu cenah mobil cilaka heg anu Ivan, untung seueur jalmi didieu.”Papar Sopir tersebut.

Saksi mata Ujang mengatakan perilaku Cucu di luar kewajaran. Tapi dia akhirnya mengetahui korban bukan begal.

“Jadi memang dia ini kayaknya mabuk, Udah mobilnya celaka malah ngamuk. Warga sempat takut karena kayak kesurupan.”Tegas Ujang.

Akhirnya, menanggapi video viral itu, Kapolsek Bojonggambir IPTU Agus Sukmana memastikan tidak ada peristiwa pembegalan.

“Bukan begal tidak ada peristiwa pencurian dengan kekerasan. Anggota langsung turun ke TKP bersama Pemerintah Desa.”Terang Agus.

Kendati demikian, tiga personel piket, Aipda Ahmad, Aipda Angga Somantri, dan Bripka Rega Ramdani, diterjunkan untuk menenangkan situasi dan melakukan pendataan.

Dari hasil olah TKP, Polisi menyimpulkan kejadian ini murni kecelakaan tunggal akibat kondisi pengemudi.

“Kami imbau masyarakat jangan mudah terprovokasi. Pastikan dulu informasinya sebelum menyebar di media sosial.”Pungkas Agus.

  • Bagikan