Miris! Rumah Reyot Tatang di Garut Nyaris Ambruk, Masuk Rumah Lewat Jendela

  • Bagikan
banner 468x60

Garut-
Sebuah potret kemiskinan yang menyentuh hati datang dari Kampung Cikekes, Desa Sukamulya, Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut.

Tatang dan Keluarganya sudah dua bulan terakhir bertahan hidup di Rumah Reyot yang nyaris roboh, bahkan tidak memiliki pintu yang berfungsi. Untuk masuk ke dalam Rumah, mereka terpaksa memanjat jendela kaca.

Rumah sederhana yang kini dalam kondisi miring dan disanggah bambu itu dihuni oleh tiga kepala keluarga dengan total sembilan jiwa, termasuk balita dan lansia. Kondisi ini diperparah oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa bulan terakhir.

“Wah gak tentram, gak bisa tidur. Enggak bertahan, di mana atuh gak punya tempat. Bertahan aja karena gak ada tempat lagi. Ya, mau ditolongin ini tempat supaya bisa dipakai.”Ujar Tatang dengan nada pasrah saat diwawancarai, Kamis, (3/7/2025).

Ketua RT setempat, Alan, menyebut kondisi Rumah Tatang sudah mengkhawatirkan sejak dua bulan lalu.

Ia mengaku sudah mencoba membujuk Tatang agar pindah sementara. Namun, Keluarga tersebut masih bertahan karena tidak memiliki alternatif tempat tinggal.

“Ini ada tiga kepala keluarga, sembilan orang, termasuk balita. Saya sudah coba bujuk Pak Tatang, tapi tetap bertahan karena memang tidak ada tempat lain. Kami baru mulai membuat tempat evakuasi sementara karena takut rumahnya benar-benar ambruk.”Tegas Alan.

Sementara Kepala Desa Sukamulya, Ahmad Yunani, mengaku sudah mengambil langkah cepat begitu mengetahui kondisi Rumah warganya itu. Dan pihaknya langsung menggelar rapat darurat bersama RT, RW, dan Perangkat Desa untuk mengambil tindakan awal, termasuk menebang pohon di sekitar Rumah guna menghindari risiko lebih besar.

“Malah kemarin saya menggerakkan masyarakat untuk menebang pohon-pohon di sekitar. Biaya gergajinya saya tanggung pribadi. Kami juga sudah laporkan ke kecamatan dan sudah di-assessment.”Papar Ahmad Yunani.

Ahmad berharap Pemerintah Kabupaten Garut segera turun tangan memberikan bantuan agar keluarga Tatang bisa tinggal di tempat yang lebih layak dan aman.

Kini, warga bersama pemerintah desa tengah berupaya membangun tempat evakuasi sementara, sembari menunggu uluran tangan dari pihak terkait.

Kondisi seperti ini menjadi pengingat bahwa masih banyak masyarakat di pelosok Garut yang hidup dalam keterbatasan dan membutuhkan perhatian serius dari Pemerintah. (*)

  • Bagikan