Panwascam Purbaratu Awasi Logistik Pemilu, Petakan Potensi Kerawanan dan Pelanggaran

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Tasikmalaya- Panwaslu Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya melakukan Pengawasan Logistik Cegah Potensi Kerawanan Pemilu 2024.

Panwaslu Kecamatan Purbaratu melakukan pengawasan logistik sebagai upaya untuk memetakan potensi kerawanan dalam penyelenggaraan Pemilu Serentak 2024.

Pengawasan logistik Pemilu 2024 menjadi sangat penting dikarenakan persoalan logistik bisa memunculkan peristiwa atau permasalahan setelah penghitungan.

Misalnya, sengketa perselisihan hasil pemilihan umum yang disebabkan oleh tertukarnya surat suara, tertukarnya alat coblos beserta sertifikat dan seluruh dokumennya.

Perlengkapan pemungutan suara ada dua macam logistik, yaitu pertama logistik utama seperti surat suara, formulir penghitungan, dan rekapitulasi, sebagai sarana pengadministrasian proses Pemilu.

Kedua, logistik pendukung, seperti bilik suara, tinta, dan alat coblos serta dukungan perlengkapan lainnya.

“Memastikan keberadaan logistik agar tepat jenisnya, tepat jumlah, tepat waktu, dan tepat sasaran. Fokus pengawasan dan potensi kerawanan yang dilakukan berdasarkan pengalaman sebelumnya dan memetakan berbagai kemungkinan pelanggaran sehingga dapat dirumuskan strategi pengawasan yang dijalankan.”Ujar Ayi Mansyur, S.Pd.I Ketua Panwascam Purbaratu, menyampaikan hasil pengawasan logistik di Sekretariat, Rabu (13/12/2023).

Panwaslu Kecamatan Purbaratu dalam melakukan pengawasan logistik Pemilu 2024 mengedepankan aspek pencegahan dan memastikan kepatuhan prosedur dalam penyortiran, pengepakan, distribusi, dan pengembalian.

Logistik Pemilu harus diterima oleh kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Tempat Pemungutan Suara (TPS) paling lambat 1 hari sebelum hari pemungutan suara secara tepat jenis, tepat jumlah, tepat kualitas, tepat tujuan, dan tepat waktu.

“Jumlah DPT Pemilu 2024 di Kecamatan Purbaratu, yaitu sebanyak 122 TPS, dengan jumlah pemilih sebanyak 33.264 terdiri dari 16.903 Laki-laki dan 16.361 Perempuan. Adapun jumlah suara cadangan sebanyak 716. Jangan sampai ada kejadian tertukarnya logistik di TPS, kurangnya logistik mulai dari C-Hasil kemudian sertifikat, amplop, kemudian kotak suara, termasuk yang paling urgent adalah surat suara itu sendiri, Jadi seluruh perangkat pada saat hari H logistik itu harus sudah ready.”Kata Ayi kepada awak media.

Berdasarkan hasil pengawasan logistik di Gudang KPU Kota Tasikmalaya, di jalan Perintis Kemerdekaan, Kp. Cisumur, Kelurahan Sukamenak, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya,  pihak KPU Kota baru menerima logistik sebanyak 80 persen dari seluruh kebutuhan logistik untuk Pemilu 2024.

Segel sebanyak 133.799 keping, tinta 3.994 buah, kantong plastik ziplock 1.997 buah, kantong plastik selongsong 9.985 buah, kantong plastik besar 19.970 buah, kantong plastik sedang 1.997 buah, dan kantong plastik kecil 3.994 buah.

Selain itu, ada bilik suara sebanyak 7.988, kotak suara 9.985, segel plastik 51.992, serta alat coblos sebanyak 7.988.

Sedangkan jumlah tanda pengenal sebanyak 95.856, terdiri dari 13.979 untuk Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), 3.994 untuk Petugas Ketertiban Tempat Pemungutan Suara (TPS), 5.991 untuk Saksi Presiden dan Wakil Presiden, 35.946 untuk Saksi Parpol, dan 53.919 untuk saksi DPD.

Adapun logistik yang belum diterima pihak KPU Kota Tasikmalaya yaitu, Formulir model C, Salinan DPT, serta Daftar Calon.

“Paling lambat jadwal logistik tahap II, yaitu tanggal 16 Januari 2024. Hasil pengawasan yang kita lakukan dituangkan dalam Formulir Model A Laporan Hasil Pengawasan dan Alat Kerja. Kami juga membangun komunikasi secara intensif dengan PPK Purbaratu dalam mendapatkan informasi dan jadwal pendistribusian logistik.”Pungkas Ayi Mansyur.

 

(Rizky/tasikraya)

  • Bagikan