Kota Tasikmalaya- Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Cipedes meluncurkan gerakan peduli terhadap lingkungan, gerakan tersebut diawali dengan pengelolaan sampah rumah tangga dari seluruh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH, agar tidak langsung dibuang ke tempat pembuangan sampah.
Pendamping PKH Kecamatan Cipedes Ristia Febriani S.E mengatakan, pengelolaan sampah rumah tangga dari KPM PKH dilakukan di bank sampah masing-masing kelurahan, sampah dikumpulkan di kelompok terlebih dahulu, kemudian dipilah dan diolah di bank sampah.
“Bank sampah bertujuan untuk kepedulian terhadap lingkungan, dan juga sebagai pemberdayaan terhadap KPM” ujarnya di sela-sela kegiatan pengumpulan sampah di wilayah Panglayungan, Kamis (14/07/2022).
Menurut Ristia, program pemberdayaan yang dimaksud adalah mengubah sampah menjadi rupiah, jadi KPM menabung sampah di bank sampah yang kemudian dikonversi menjadi uang, nanti uangnya bisa dicairkan dalam periode tertentu.
Sampah yang sudah terkumpul di bank sampah kemudian dipilah, kemudian dimanfaatkan untuk hal-hal yang produktif dan menghasilkan keuntungan, sehingga bisa tercipta kegiatan ekonomi dari bank sampah tersebut.
Pengumpulan sampah ke bank sampah telah dijalankan mulai hari ini, diawali dengan dua RW di wilayah Kelurahan Panglayungan yaitu RW 06 dan RW 07, kemudian dilanjutkan ke kelurahan-kelurahan lainnya.
Dari pantauan tasikraya.com di lokasi, terlihat ibu-ibu KPM PKH antusias mengikuti kegiatan pengumpulan sampah tersebut, setiap orang membawa 1 kantong kresek penuh sampah, bahkan banyak juga yang membawa sampai 1 karung. Dari hasil pengumpulan sampah di dua RW itu, terkumpul lebih dari 30 kg sampah.
Ristia berharap dengan adanya bank sampah PKH, lingkungan di Kecamatan Cipedes semakin bersih dan terhindar dari penumpukan sampah, dan KPM mendapatkan penghasilan tambahan sehingga membantu keuangan keluarga.
“Mudah-mudahan lingkungan kita semakin bersih, dan KPM juga menjadi lebih berdaya”. pungkas Ristia.
(Tasikraya.com)

