Sandiaga Bidik Peningkatan Ekonomi Santri Tasikmalaya

  • Bagikan
banner 468x60

Kabupaten Tasikmalaya- Dr.H.Sandiaga Salahuddin Uno, BBA., MBA Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Pesantren Idrisiyyah, Pagendingan, Desa Jatihurip, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Kunjungan kerja Sandiaga Uno ke Kabupaten Tasikmalaya sekaligus untuk meresmikan Program Santri Digitalpreneur, acara tersebut dihadiri ribuan santri dan santriwati pesantren Idrisiyah.

“Kita secara resmi meluncurkan program santri Digitalpreneur Indonesia Bangkit. Kita desain, kita arahkan suatu tatanan ekonomi baru pasca pandemi. Di mana santri menjadi pemimpin dunia dalam usaha dan sektor pentahelix lainya.”Ucap Sandiaga Uno saat Jumpa Pers bersama awak media dilokasi, Sabtu (18/6/2022).

“Kita harapkan ini menjadi penyemangat kita untuk segera bangkit dari sisi ekonomi untuk membuka peluang usaha dan lapangan kerja. Ada empat juta setengah santri dan ada dua puluh delapan ribu pesantren kita akan terus lakukan road show.”Ujarnya.

Selanjutnya, Sandiaga menjelaskan program Santri Digitalpreneur mulai di Tasikmalaya, kemudian menjadi langkah menyiapkan talenta baru di ekonomi digital. Lalu, mereka akan dilatih dimulai dari konten kreator sampai animasi.

Kedepanya Sandiaga menginginkan Para santri untuk Inovatif, Adaftif, Kolaboratif, dengan bingkai 3G Gerak Cepat (Gercep), Gerak Bersama (Geber), dan Garap Semua Potensi (Gaspol).

Selelain itu, Sandiaga menegaskan kepada santri-santriwati harus masuk ke dalam ekosistem ekonomi digital, mengedepankan produk kreatif dan santri harus kekinian.

“Nanti konten-kontennya diberikan dalam konteks digital atau online.”Pesan Singkatnya.

Sandi mengatakan yang hadir pada acara tersebut ada dua ribu santri-santriwati, kalau dikemas dalam bentuk konten, tentu kontennya menarik bisa menjadi dua juta penonton.

Sandi juga memberikan informasi bahwa Pemerintah Indonesia menganggarkan sekitar 400 triliun sampai 600 triliun rupiah. Belanjanya mengarahkan pembelinya kepada produk yang diciptakan oleh Santri-Santriwati.

“Targetnya menciptakan antara 1,7 juta sampai 2 juta lapangan kerja baru dengan gerakan nasional bangga buatan Indonesia.”Pungkasnya.

 

(Rizky/tasikraya)

  • Bagikan