Kabupaten Tasikmalaya- Kecaman publik terhadap Sekda Kabupaten Tasikmalaya Mohammad Zein semakin deras, yaitu terkait pernyataannya yang menyebut penggiringan dalam program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) adalah kearifan lokal.
Sikap dan pernyataan Sekda yang dianggap membela kepentingan pihak tertentu dikritik keras oleh organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tasikmalaya.
Robi Syamsul M. Ketua Bidang PTKP HMI Cabang Tasikmalaya menyatakan seharusnya dalam ruang publik Sekda Kabupaten Tasikmalaya harus memberikan contoh, sebagai Tokoh dan pemangku kebijakan Sekda harusnya bisa menjadi role model bagi masyarakat, bukan malah membuat gaduh dan melukai hati masyarakat.
Robi mengatakan bahwa kearifan lokal dalam bermasyarakat berkaitan dengan budaya ataupun kebiasaan masyarakat di suatu daerah, yang diwariskan secara turun temurun sehingga menjadi identitas budaya di daerah tersebut.
Robi SM mengkritisi argumentasi kearifan lokal yang dilontarkan Sekda Kabupaten Tasikmalaya, yang disebutnya adalah upaya untuk melegitimasi penyimpangan dalam pemyaluran bansos BPNT.
“Ya, secara tidak langsung Sekda melegitimasi bawah permasalahan yang terjadi itu hal biasa.”tegas Robi SM kepada tasikraya.com, Rabu malam (2/3/2022).
Robi menegaskan bahwa kisruh Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Tasikmalaya janganlah dianggap masalah biasa, karena puluhan ribu masyarakat kecil yang terdata sebagai penerima BPNT menjadi korban.
Menurut Robi, program BPNT yang diluncurkan pemerintah pusat diperuntukan untuk kesejahteraan masyarakat, bukan untuk kesejahteraan para oknum Pemerintah Daerah.
(Rizky/tasikraya)

