Kabupaten Tasikmalaya- Diduga akibat kelalaian petugas medis di ruang bersalin, nasib jabang bayi di Rumah Sakit SMC yang baru dilahirkan Wiwin meninggal seketika, bayi jatuh hingga meninggal saat dilahirkan, diduga tidak ada petugas medis yang berjaga pada saat itu, Minggu Malam, (11/7/2021).
Waktu itu, sang ibu jabang bayi melahirkannya bertempat di Ruang Arafah Rumah Sakit SMC. Sang Ibu hanya bisa menangis dan meratapi bayinya yang meninggal.
Wiwin mengatakan saat itu dalam kondisi sakit, lalu turun langsung sambil merangkul bayinya yang jatuh dan sudah tidak bernyawa.
Lantas, ia pun merawat sendiri dan membungkusnya dengan kain yang ada, setelah selesai petugas perawat baru datang.
“Mungkin karena aku pakai BPJS /KIS yang digunakan, sehingga pelayanan Rumah Sakit SMC kurang respon bahkan terabaikan, sehingga terjadi seperti ini,”ungkapnya sambil mengucurkan air mata.
“Kami masuk di hari Sabtu (10/07/21) dan melahirkan pada hari minggu masuk malam Senin.”tutur Wiwin Winarti
Wiwin melanjutkan, saat ke SMC dirinya sempat juga di Covidkan oleh pihak petugasnya, namun saat bayi di bawa pulang dan akhirnya di makamkan, proses kepulangan dan pemakamannya tanpa menggunakan alat pelindung.
Atas kejadian itu, keluarga Wiwin sangat menyesalkan atas keteledoran dan kelalaian tenaga kesehatan di Rumah Sakit SMC itu.
Sementara, Wakil Direktur Rumah Sakit SMC menambahkan, “Kami mewakili dari jajaran petugas RS SMC turut bela sungkawa atas kejadian yang menimpa pasien. Sehingga pada bayi yang baru lahir meninggal seketika dan kami juga ini akan jadi bahan evaluasi kedepan jangan sampai ada kejadian seperti ini lagi bahkan pihak pengawas pun hadir saat ini.”terangnya.
Lanjut lagi, pihaknya akan klarivikasi kepada petugasnya yang saat itu berada di ruangan bersalin.
“Tentu bagi petugas pun akan di sanksi bagi mereka yang mana mereka telah melakukan kesalahan ini.”tutup Dirut RS SMC saat diminta keterangan setelah menjenguk di Rumah kediaman Wiwin, Rabu (14/07/11).
Kendati demikian, kunjungan Dirut RS SMC ke rumah kediaman Wiwin, telah tampak terlihat Ketua KPAI Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto hadir dalam musyawarah tersebut. Ato pun menyarankan agar kejadian di RS SMC tersebut bisa selesai dengan musyawarah secara kekeluargaan.
Sementara Ketua Yayasan Kusuma Bangsa, Iwan merasa kecewa dalam pelayanan terhadap masyarakat atas kejadian jatuhnya bayi ke lantai saat dilahirkan. Yang mana rasa nurani perawat saat melayani pasien yang melahirkan, seharusnya pihak petugas harus aktif selama 24 jam.
“Saya akan berkordinasi dengan pihak terkait dan ini harus menjadi pelajaran jangan sampai terjadi seperti ini. Saya tidak menyalahkan dokter, tapi pada saat melahirkan ada perawat nggak?,”tegas Iwan
Hal ini akan di proses secara hukum karena bagai manapun juga pihak pasien minta keadilan sebagai masyarakat kecil. Sehingga, pelayanan Kesehatan di RS SMC selalu di kucilkan sampai terjadi seperti ini.
“Sang bayi hingga jatuh ke lantai tanpa ada pengawasan pihak petugas nya,”Pungkas Iwan kepada wartawan
(Rizky/tasikraya)

