Kota Tasikmalaya – Sebanyak 2803 mahasiswa dan mahasiswi Universitas Negeri Siliwangi mengikuti Pendidikan Bela Negara. Kegiatan tersebut dibuka langsung Oleh Rektor Unsil Prof. Dr. Rudi Pribadi Ir. Ms. Senin, (27/01/2020).
Acara tersebut dihadiri oleh Walikota Tasikmalaya, Direktorat Jendral Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Rektor Universitas Siliwangi, Dandim 0612 Tasikmalaya, Kasbrigif Raider 13/1/Galuh Kostrad, Danlanud Wiriadinata Tasikmalaya, Kapolresta Tasikmalaya yang diwakili oleh Kasubda, Para Dosen Unsil dan Para Pembina PBN Unsil 2019/2020.
Pada sambutannya, Prof Rudi mengatakan bahwa pelaksanaan pendidikan bela negara di unsil dimaksudkan sebagai usaha atau kegiatan yang berhubungan dengan perencanaan, pengembangan, pengarahan, dan penggunaan serta pengendalian sikap dan perilaku mahasiswa sebagai warga Negara yang tanggap terhadap permasalahan bangsa dan Negara yang dilandasi pada nilai kecintaan pada tanah air, yakni kepada Pancasila dan kesadaran bela Negara serta memiliki kemampuan bela Negara sehingga rela berkorban untuk bangsa dan negara
Bela Negara merupakan amanah UUD 1945 Pasal 27 ayat 3 yang berbunyi setiap warga Negara berhak dan ikut serta dalam upaya pembelaan Negara.
“Hal ini mengandung makna bahwa upaya bela negara bukanlah milik sekelompok masyarakat atau golongan tertentu, namun hak dan kewajiban semua Warga Negara Indonesia” tegas prof Rudi.
Lanjutnya, Mahasiswa sebagai generasi muda merupakan tulang punggung bangsa yang harus menyadari bermacam tantangan dan ancaman bangsa tersebut untuk kemudian bersatu padu dan bersinergi menjaga keselamatan bangsa Negara.
Generasi muda, ia melanjutkan, harus dapat dan mempertahankan negara kesatuan di bawah Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan semboyan Bhineka tunggal Ika.
Dia berharap dari kegiatan tersebut dapat terciptanya karakter bela negara sebagai kekuatan Nasional untuk mengantisipasi dan mengatasi berbagai bentuk Ancaman, Gangguan, Hambatan dan Tantangan (AGHT) yang semakin kompleks dan dinamis.
“Mahasiswa sebagai kader bela negara, diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang menjadi sumber kekuatan pemersatu bangsa yang tidak hanya kompeten, tetapi juga nasionalis, memiliki kepedulian sosial, dan inovatif serta memiliki bekal pengetahuan dan kemampuan dasar berkenaan dengan hubungan antara warga negara dengan negara serta menjadi warga negara yang dapat diandalkan oleh bangsa dan Negara, bukan sebagai beban bangsa, sehingga melalui PBN ini karakter bela negara dalam diri mahasiswa dapat terbentuk dengan ciri pantang menyerah, rela berkorban demi bangsa dan negara serta konsisten dan konsekwen terhadap cita-cita perjuangan Indonesia” pungkasnya.
Peserta PBN akan menerima Pembekalan Materi dan praktek tentang Bela Negara diantaranya Materi berupa wawasan kebangsaan, bela negara, hukum, pembekalan dari Kemenhan RI dan tokoh masyarakat Tasikmalaya serta praktek yang berupa peraturan baris berbaris dan penghidupan militer, long march sebagai mengenal nilai perjuangan dulu dan penghijauan tanam pohon.
Personel Pelatih dan Pembina yang terlibat PBN ini diantaranya Kodim 0612/Tsm, Brigif R 13/Galuh, Lanud Wiriadinata, Polresta Tasikmalaya dan Rektorat Unsil. (Rinal/tasikraya.com)

