Kasus Orang Hilang di Tasikmalaya 100 Persen Terungkap Selama Dua Bulan Terakhir

  • Bagikan
banner 468x60

Tasikmalaya, tasikraya.com–
Dalam dua bulan terakhir, Polres Tasikmalaya catat capaian 100 persen dalam pengungkapan kasus orang hilang.

Seluruh laporan berhasil diungkap kurang dari 24 jam setelah dilaporkan, berkat gerak cepat Satreskrim.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Heru Samsul Bahri mengatakan kunci utama keberhasilan adalah kecepatan informasi dari keluarga dan kerja proaktif anggota di lapangan.

“Alhamdulillah, di masa kepemimpinan Pak Kapolres AKBP Ade Papa Rihi terungkap semua. Atas arahan Pak Kapolres juga anggota bergerak cepat.”Terang Heru, Rabu (14/10/2026).

Lanjut Heru, kunci penanganan kasus orang hilang paling utama adalah kecepatan informasi dari keluarga.

“Keterangan dan latar belakang yang bersangkutan bisa hilang. Tentu juga upaya kepolisian yang proaktif dan profesional dalam bertindak bisa jadi kunci keberhasilan operasi penyelamatan orang hilang.”Ujar Heru.

Sementara itu, Kanit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya, Aiptu Josner Ringgo menyampaikan, pihaknya tak segan berkoordinasi dengan stakeholder lain hingga satuan atas untuk mempersempit pencarian.

“Kami tidak segan koordinasi dengan stakeholder lain termasuk satuan atas. Dan kami turun ke lapangan dengan cepat tepat. Beberapa korban ini kan bisa cepat kami selamatkan dengan gerakan yang tepat.”Beber Josner.

Dan sedikitnya terdapat tiga kasus orang hilang yang berhasil terungkap dalam dua bulan terakhir.

1. Remaja 16 Tahun Asal Bantarkalong Ditemukan di Apartemen Tokyo PIK 2

Teka-teki hilangnya remaja 16 tahun asal Bantarkalong akhirnya terungkap kurang dari 24 jam.

Tentu, Pelajar berinisial DL (16) dilaporkan hilang sejak 2 Oktober 2026 setelah pamit membeli makan dari kontrakannya di Kampung Simpang, RT08/RW04, Desa Simpang, Kecamatan Bantarkalong.

Lalu, tim gabungan Unit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya bekerja sama dengan Polda Metro Jaya berhasil menemukan korban di lantai 33 Apartemen Tokyo PIK 2, Tangerang, Banten, Minggu Dinihari (12/10) sekitar Pukul 00.30 WIB.

“Alhamdulillah korban sudah ditemukan anggota kami di sebuah Apartemen di Tangerang.”Tegas Heru.

Saat ini, korban diamankan di Rumah aman dan menjalani pemulihan psikologis.

2. Mahasiswi Taraju Ditemukan di Lampung, Pacar Game Online Ditangkap

Kasus kedua adalah hilangnya Mahasiswi asal Taraju berinisial CM (23). Warga Kampung Cinerang, RT06/RW04, Desa Taraju ini dilaporkan hilang setelah pamit mengerjakan skripsi di Kampus.

Polisi berhasil menemukan korban di salah satu Hotel di Lampung dan menangkap pria berinisial JCP (31), honorer asal Rajabasa, Bandar Lampung yang diduga membawa lari korban.

Keduanya, berkenalan lewat game online Mobile Legends. Tersangka mengaku lajang dan menjanjikan akan menikahi korban. Namun, ternyata sudah beristri dan identitas korban dipakai untuk pinjaman online.

Tersangka dijerat Pasal 454 dan/atau Pasal 450 KUHP tentang membawa lari perempuan dengan ancaman 12 tahun penjara.

3. Ibu Rumah Tangga Ngaku Disekap di Bekasi, Ternyata Kabur ke Sumedang

Peristiwa menghebohkan terjadi di Salopa. Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) berinisial TS (38) dilaporkan hilang selama lima hari. Ia sempat mengaku kepada suaminya, Deni, tengah disekap di Bekasi dan akan dijual ke mucikari.

“Saya takut istri saya dijual ke lokasi gak bener. Dia ngaku sampai beli pisau segala ngakunya istri buat jaga-jaga.”Tutur Deni.

Polisi melakukan pencarian hingga ke Bekasi, Bandung, hingga tempat hiburan malam. Korban justru ditemukan di sebuah kontrakan di Sumedang, Rabu (26/8/2026).

Namun, fakta lain terungkap, cerita disekap hanya rekayasa agar tidak dicari suami. TS mengaku kabur karena cekcok Rumah tangga dan ingin bekerja sebagai baby sitter di Sumedang.

“Saya keluar Rumah karena ada masalah cekcok aja. Kalau disekap dan mau dijual mah itu biar suami saya gak nyari.”Jelas TS.

Kapolres Tasikmalaya, AKBP Ade Papa Rihi mengatakan pihaknya merespons cepat setiap laporan orang hilang. Dari notifikasi login Facebook, tim akhirnya menemukan korban di Sumedang.

“Motif korban diduga ingin cerai dengan suami jadi kabur dari Rumah.”Ssmbung Heru.

Setelah ditemukan, TS diperiksa kesehatannya oleh Tim Dokkes Polres Tasikmalaya sebelum diserahkan kembali kepada keluarga untuk menyelesaikan persoalan Rumah Tangga secara baik-baik.

  • Bagikan