Tasikmalaya, tasikraya.com–
Ratusan Domba & Kambing dilapangan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mendadak berubah. Panggung kontes paling bergengsi para Peternak. Domba tampil rapi, bulu mengembang, tanduk di poles. Nama acaranya, Pesta Patok.
Event ini digelar berbarengan dengan HUT Kabupaten Tasikmalaya ke-394 dan HUT Bhayangkara ke-80. Tujuannya satu: menaikkan pamor sekaligus harga ternak lokal.
473 Ternak Ngepung Alun-alun
Animo Peternak tahun ini naik signifikan, data panitia mencatat 473 ekor mendaftar online. Di lokasi, masih ada 313 ekor Domba dan 23 ekor Kambing yang ikut daftar offline. Pesertanya datang dari berbagai Kecamatan pelosok Tasikmalaya.
Ketua HPDKI Kabupaten Tasikmalaya Asep Yudha Adikara menyebut Pesta Patok bukan sekadar kontes kecantikan ternak.
“HPDKI gelar acara ini bersama Pemkab Tasikmalaya dan Polres Tasikmalaya sebagai ajang rangkaian hari jadi Tasik ke-394 tahun dan HUT Polri 80 tahun. Kami sebagai organisasi profesi untuk Peternak Kambing Domba, hadirkan Pesta Patok untuk meningkatkan Budaya Ternak, meningkatkan populasi ternak dan kesejahteraan Peternak.”Ucap Asep Yudha di lokasi, Sabtu (27/6).
Selain itu, membagi Peternak Tasik ke dalam dua jalur. “Ternak Domba dan Kambing konsumsi. Ternak Domba dan Kambing kaitan Seni Budaya diantara kontes ternak dan juga seni ketangkasan Domba.”Ungkapnya.
Juara Kontes Harga Tembus Ratusan Juta
Efek paling nyata dari Pesta Patok ada di kantong Peternak. Begitu seekor Domba atau Kambing menang, harga jualnya langsung melesat.
“Ya, harga jualnya bisa tinggi kalau juara kontes. Tapi yang utama, Peternak itu belajar juga saling bertukar pengetahuan cara urusi ternak yang baik. Nah ternak yang ikut kontes juga harganya naik.”Jelas Asep Yudha.
Hal senada dirasakan Abah Yana, Peternak asal Cipatujah yang langganan ikut kontes.
“Saya selalu rutin ikut kontes, jadi harga ternak saya baik Domba maupun Kambing jadi naik. Apalagi kalau juara nilainya bisa puluhan sampai ratusan juta per ekor. Karena bukan beli Dombanya kalau ini mah beli kepuasannya miliki Domba juara.”Bebernya.
Abah Yana menyimpulkan dengan logat Sunda: “Jadi peternaknya dihargaan, dombana aya hargaan lamun kontes teh.”
7 Kategori Dilombakan Juri dari HPDKI Jabar & Unpad
Pesta Patok kali ini mempertandingkan tujuh kategori, mulai dari “Raja Kasep” untuk Domba jantan paling gagah, “Ratu Bibit” untuk indukan unggul, “Kambing Ekstrim”, “Raja Pedaging Campuran Ekstrim”, hingga “Raja Petet”. Penilaian dilakukan juri dari HPDKI Jawa Barat dan Universitas Padjadjaran.
Polri Jaga Bupati Soroti 164 Ribu Ekor Domba
Wakapolres Tasikmalaya KOMPOL Asep Muslihat hadir dan menegaskan komitmen pengamanan.
“Angka 80 adalah tantangan buat mengabdi mengayomi dan melindungi masyarakat. Kami pastikan kami akan bertugas untuk meminimalisir pencurian ternak itu salah satu fungsi kami.”Tuturnya.
Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin mengaku kaget dengan potensi Peternakan daerahnya.
“Kabupaten Tasikmalaya selain dianugerahi alam yang membentang, ternyata ada anugerah sumber daya manusia dan sumber daya komoditas yang melimpah termasuk sektor Pertanian, Peternakan, Perikanan, Perkebunan dan Pariwisata Budaya. Peternakan yang membuat saya tercengang ada populasi ternak Domba 164.000 ekor. Ini partisipasi masyarakat Peternak Domba kelompok ternak HPDKI dan Pengusaha juga Pemerintah.”Jelasnya.
Menurut Cecep, Pesta Patok punya nilai ganda. “Kegiatan ini penting tidak hanya melestarikan Budaya tapi juga meningkatkan kualitas Peternak dan perekonomian Peternak juga. Malahan bisa tingkatkan religi karena sediakan hewan qurban dan untuk aqiqah. Candanya Pesta Patok juga ngandung religi yahkan buat qurban dan aqiqah.”Terangnya.
Para pemenang Pesta Patok berhak membawa pulang trofi dan uang pembinaan.

