Pasca Ditetapkan Tersangka BGN, Aktivis Tasikmalaya Desak APH Turun Tangan

  • Bagikan
banner 468x60

Tasikmalaya, tasikraya.com
Aktivis Pemuda Tasikmalaya Muhammad Satriana Ilham, yang juga menjabat sebagai Pengurus DPD KNPI Kabupaten Tasikmalaya, mendesak APH untuk segera turun langsung ke Kabupaten Tasikmalaya pasca ditangkapnya Kepala BGN.

Ilham dengan sapaan akrabnya Boy, penangkapan di tingkat pusat tidak boleh berhenti sebagai simbol. Ia menilai Kabupaten Tasikmalaya menjadi wilayah paling rawan dalam pusaran kasus ini.

“Saya mendesak APH, baik KPK, Kejaksaan, maupun Polri, agar tidak bekerja dari belakang meja turun ke Tasikmalaya. Bongkar sampai akar.”Ujar Ilham, Rabu (10/6/2026).

Boy menyebutkan sejumlah indikasi yang menurutnya sudah menjadi rahasia umum di daerah. Pertama, praktik jual beli titik pendirian dapur umum, bahkan mengendalikan beberapa puluhan dapur oleh satu orang pengurus paguyuban (Ternak Yayasan) Kedua, dugaan jual beli data Keluarga Penerima Manfaat.

Kendati, Ilham menyoroti peran Paguyuban Yayasan dan Mitra MBG di lapangan. Lembaga yang seharusnya menjadi alat kontrol agar program berjalan sesuai cita cita Presiden, justru berbalik arah dengan realita yang ada.

“Paguyuban itu malah jadi alat kongkalikong para kapitalis lokal yang serakah. Mereka tidak mengawal program, tapi mengatur proyek demi profit pribadi, rakyat hanya jadi stempel.”Bebernya.

“Kalau rantai ini tidak diputus, program untuk rakyat hanya jadi bancakan elite. Yang lapar tetap lapar, yang kenyang makin kenyang.”Sambung Ilham.

KNPI Tasikmalaya, kata Ilham, siap mengawal proses hukum dan membuka posko pengaduan bagi warga yang merasa dirugikan. Ia menekankan bahwa kehadiran fisik APH di daerah akan mencegah penghilangan barang bukti dan intimidasi terhadap saksi.

“Ini momentum bersih, Pusatnya sudah kena sekarang giliran jaringannya di daerah. Tasikmalaya harus jadi contoh penegakan hukum yang serius.”Pungkasnya.

  • Bagikan