Bukan Asal Klaim, KLH Nyatakan Udara Tasikmalaya Paling Bersih Se-Indonesia

  • Bagikan
banner 468x60

Tasikmalaya, tasikraya.com-
Bukan cuma asri dan sejuk, kualitas udara wilayah Kabupaten Tasikmalaya kini tercatat paling bersih di Indonesia.

Data itu bukan asal klaim, tapi hasil pengukuran Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Modal emas ini langsung dibawa Wakil Bupati Asep Sopari Al Ayubi saat “Sowan” ke Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) beberapa waktu lalu.

Asep Sopari bertemu Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat, pihaknya menekankan satu hal: udara bersih harus dijaga, bukan cuma dibanggakan. Kuncinya ada dua, penghijauan dan sampah.

“Udara bersih itu aset, kita harus pertahankan dengan kolaborasi nyata sama KLH. Program utamanya: tanam pohon masif dan jaga carbon capture biar fungsi daerah tangkapan air tetap jalan.”Ucap Asep Sopari, Senin (8/6/2026) di Pemkab Tasikmalaya.

Isue sampah jadi pembahasan serius, Wabup Tasikmalaya kasih instruksi tegas ke Dinas PU-TRPP-LH, ubah mindset. Sampah jangan lagi dianggap beban anggaran, tapi potensi usaha.

“Kalau dikelola benar, sampah bisa kasih nilai manfaat. Investasi berkelanjutan, pengelolaannya mandiri, APBD nggak terus-terusan disedot buat angkut-buang.”Jelas Asep Sopari.

Lalu, kabar baik datang dari KLH, Menteri Mohammad Jumhur Hidayat berencana turun langsung ke Kabupaten Tasikmalaya untuk menyerahkan bantuan sarana angkutan sampah. Selama ini keterbatasan armada memang jadi ganjalan utama.

“Mudah-mudahan terealisasi, katanya Pak Menteri akan ke Tasik saat penyerahan bantuan.”Ujar Asep Sopari.

Sementara itu, Kepala Dinas PU-TRPP-LH. Deden Ramadhan Nugraha blak-blakan soal kondisi lapangan. Dari 10 Truk sampah, 2 unit rusak. Sisanya 8 unit harus putar otak melayani seluruh wilayah Kabupaten.

“Armada kita kurang banget, Daerah yang wilayahnya lebih kecil saja minimal punya 20-40 Truk. Kita cuma 8 yang aktif.”Tegas Deden.

Sontak, Pemkab dorong skema satu Kecamatan, satu TPA titik. Tujuannya biar rantai sampah nggak numpuk di TPA induk. Sambil nunggu PLTSA yang prosesnya masih panjang, tiap Kecamatan di dorong mandiri kelola sampahnya sendiri. Kalau armada bantuan KLH cair, distribusinya bisa lebih merata.

Dengan udara paling bersih sebagai modal dan sampah yang mulai “dihijrahkan” jadi bisnis, Tasikmalaya sepertinya serius jaga predikatnya. Tinggal konsistensi di lapangan yang diuji.

“Kami sedang terus beripaya bagaiaman menjalankan arahan Pak Bupati pak wakil agar sampah dikita teratasi, walau memang sejauh ini masih lumayan.”Tutupnya.

  • Bagikan