Tasikmalaya, tasikraya.com–
Dapur Sehat MBG 505 Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya membantah di salah satu berita dengan judul 700 Siswa PKL Diduga Tak Terima Program MBG Selama 4 Bulan, Dugaan Keterlibatan Oknum DPR-RI Picu Polemik.
Dari berita di tayangkan salah satu media tidak benar dan cenderung fitnah, Yogi Kepala Dapur MBG 505 membantah sehubungan dengan pemberitaan yang beredar di masyarakat terkait dugaan tidak diberikannya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada siswa kelas XII yang sedang melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL).
Yogi menyebutkan bahwa pelaksanaan Distribusi sudah Berdasarkan Data Resmi.
Pihak dapur MBG, kata Yogi, telah melaksanakan produksi dan distribusi makanan sepenuhnya berdasarkan data resmi yang disampaikan oleh pihak Sekolah.
Setiap jumlah yang diproduksi dan dikirim mengacu pada jumlah siswa yang hadir dan berhak menerima layanan pada hari tersebut.
Data Siswa Kelas XII dan Kondisi PKL
Jumlah siswa kelas XII tercatat sebanyak 697 (Rnam ratus sembilan puluh tujuh) orang. Sejak dimulainya kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) pada 1 Desember 2025, mayoritas Siswa kelas XII berada di lokasi PKL yang tersebar di berbagai daerah, sehingga tidak berada di lingkungan sekolah untuk menerima layanan MBG secara langsung.
Penyesuaian Distribusi Selama Periode PKL
Sehubungan dengan kondisi tersebut, Distribusi MBG bagi Siswa kelas XII sebanyak 697 Siswa dihentikan sementara.
Selama periode PKL dan kembali diberikan secara normal sejak 5 April 2026, bersamaan dengan kembalinya siswa ke sekolah. Selama masa PKL tersebut jumlah produksi dan distribusi MBG dialihkan pada Guru dan tenaga kependidikan dengan jumlah 312 porsi.
Kemudian, SPPG melakukan pelaporan penggunaan dana harian sebagai dasar untuk penyaluran dana dengan mekanisme auto top up, sehingga sisa anggaran dana Banper masih tersisa dalam VA atau Virtual Account.
Penegasan Akuntabilitas: Kesesuaian Jumlah Kirim dan Terima
“Kami menegaskan bahwa seluruh proses distribusi dilaksanakan secara tertib dan dapat di pertanggung jawabkan.”Jelasnya.
Selain itu, Surat jalan/pengiriman dari pihak Dapur MBG dan berita acara atau bukti serah terima dari pihak Sekolah.
Kesesuaian jumlah makanan yang dikirim dengan jumlah yang diterima, serta sesuai dengan jumlah siswa yang hadir di sekolah (tanpa memasukkan siswa kelas XII selama PKL).
Sontak, tidak terdapat selisih maupun pengurangan yang tidak dapat dipertanggung jawabkan, karena seluruh data pengiriman dan penerimaan tercatat secara valid dan sesuai kondisi riil.
Penegasan terhadap Pemberitaan
Oleh karena itu, informasi yang menyatakan bahwa siswa penerima manfaat yang sedang PKL “tidak diberikan” MBG perlu diluruskan. Fakta yang terjadi adalah penyesuaian distribusi berdasarkan data kehadiran aktual, dengan tetap menjaga prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Komitmen Pihak Dapur MBG
“Kami berkomitmen untuk terus menjalankan tugas penyediaan makanan bergizi secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan, serta mendukung keberlanjutan program secara optimal.”Pungkasnya.

