Tasikmalaya, tasikraya.com–
Kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari megahnya pembangunan fisik semata, tetapi juga dari kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakatnya.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayubi, saat menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi operator Pondok Pesantren di Kabupaten Tasikmalaya.
Asep Sopari Al-Ayubi mengatakan pembangunan infrastruktur seperti jalan dan Rumah Sakit memang penting.
Akan tetapi, investasi terbesar Pemerintah tetap berada pada peningkatan kualitas Pendidikan dan pembinaan generasi muda.
Sebab kata Wabup Tasikmalaya, kemajuan sebuah daerah dinilai tidak bisa hanya diukur dari megahnya pembangunan fisik.
“Betul bahwa kita membutuhkan jalan yang mulus dan Rumah Sakit yang representatif, namun ada yang jauh lebih penting dan mendasar dari itu semua, yakni meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia masyarakat kita.”Jelas Asep, Jumat (29/6/2026).
Asep mengajak seluruh operator Pondok Pesantren untuk memiliki kesamaan visi dalam memperbaiki sistem pendataan Pendidikan Pesantren.
Dengan pendataan yang lebih tertib dan terintegrasi, para santri diharapkan mendapatkan pengakuan Pendidikan secara formal dari Pemerintah. Melalui Bimtek ini dirinya pun mengajak seluruh operator Pondok Pesantren untuk menyatukan frekuensi.
“Mari kita kawal bersama-sama agar sistem pendataan kita semakin rapi, sehingga investasi terbesar kita yaitu generasi muda Tasikmalaya tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya berakhlak mulia secara spiritual, tetapi juga kompeten dan diakui secara formal.”Beber Asep.
Menurut Asep Sopari, ke depan tidak boleh ada lagi Santri atau Siswa yang keluar dari Pesantren tanpa memiliki ijazah yang diakui Pemerintah.
Ia menilai legalitas Pendidikan sangat penting agar para lulusan Pesantren memiliki kesempatan yang sama dalam melanjutkan Pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
Selain menyoroti sektor Pendidikan, Wakil Bupati juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Dikarenakan, saat ini fasilitas kesehatan di Kabupaten Tasikmalaya terus mengalami peningkatan, termasuk melalui sistem pelayanan berbasis klaster agar masyarakat lebih mudah mendapatkan layanan dasar kesehatan.
Dirinya juga memastikan pelayanan kesehatan harus diberikan kepada seluruh warga tanpa membedakan status kepesertaan BPJS.
“Pelayanan kesehatan harus diberikan terlebih dahulu. Saya tidak ingin mendengar ada masyarakat yang tidak mendapatkan pelayanan kesehatan, baik memiliki BPJS maupun tidak.”Paparnya.
Dalam penguatan layanan kesehatan, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya juga terus meningkatkan kapasitas Rumah Sakit Daerah. RSUD KHZ Musthafa saat ini tengah diperkuat menuju Rumah Sakit tipe C, termasuk RSUD TNT Cikatomas.
Bahkan, Pemerintah Daerah menargetkan pembangunan Rumah Sakit baru di wilayah Ciawi dan Cipatujah pada tahun ini. Tahun ini, bersama Bupati menargetkan hadirnya Rumah Sakit di Ciawi dan Cipatujah. Oleh karenanya ia pun mohon doa dan dukungannya.
Di bidang infrastruktur, Pemkab Tasikmalaya juga menargetkan pembangunan sekitar 100 kilometer jalan mantap pada tahun ini.
Pembangunan jalan menjadi bagian penting dalam mendukung akses Pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Peningkatan akses jalan sangat penting untuk mendukung kesehatan, pendidikan, dan perkembangan ekonomi masyarakat. Namun pada akhirnya, faktor penentu kemajuan daerah tetap pendidikan.”Pungkas Asep.

