Perkuat Ketahanan Pangan, TNI & Polri Berhasil Panen Jagung 171 Ton

  • Bagikan
banner 468x60

Tasikmalaya, tasikraya.com-
Upaya yang nyata memperkuat Ketahanan Pangan Nasional dan mengakselerasi target pemulihan ekonomi daerah, Kepolisian Resort (Polres) Tasikmalaya bersama Komando Distrik Militer (Kodim) 0612 dan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya sukses menggelar Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026.

Kegiatan monumental ini dipusatkan di hamparan lahan subur Kampung Cempaka, Desa Janggala, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, pada Sabtu (16/5/2026).

Dimulai tepat Pukul 11.00 WIB, prosesi panen raya dipimpin langsung oleh Kapolres Tasikmalaya, AKBP Dr. Wahyu Pristha Utama, S.H., S.I.K., M.H. Gelaran ini menjadi bukti konkret komitmen Aparat Penegak Hukum dan komando teritorial dalam mengawal program strategis Pemerintah Pusat, yakni mewujudkan Swasembada Jagung Nasional pada tahun 2026.

Lahan Pertanian seluas 5 hektare (HA) yang tersebar di wilayah hukum Polres Tasikmalaya terbukti sangat produktif dengan menghasilkan total tonase yang luar biasa, yakni mencapai 171 Ton 265 Kilogram.

Keberhasilan ini menjadi sinyal positif bahwa Kabupaten Tasikmalaya siap memperkuat posisinya sebagai salah satu lumbung pangan penyangga di Jawa Barat.

Sontak, Kapolres Tasikmalaya, AKBP Dr. Wahyu Pristha Utama menyampaikan bahwa ketahanan pangan merupakan salah satu pilar utama stabilitas kamtibmas.

Jika kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi dengan baik, maka kesejahteraan akan meningkat dan potensi kerawanan sosial dapat ditekan.

“Panen raya komoditas jagung pada kuartal kedua ini bukan sekadar rutinitas pertanian, melainkan manifestasi kolaborasi lintas sektoral yang kuat.”Ujarnya, Sabtu (16/5/2026).

Pihaknya mengintegrasikan fungsi pembinaan wilayah melalui para personil di lapangan untuk mendampingi kelompok tani secara intensif. Sehingga hasil capaian 171 ton lebih ini adalah bukti nyata dari kerja keras bersama.

Langkah Polres Tasikmalaya dalam merangkul dan membina kelompok tani lokal merupakan role model yang ideal bagi akselerasi sektor agrobisnis daerah.

Hal ini mendapat dukungan Pemkab Tasikmalaya yang berkomitmen untuk terus menyokong bantuan infrastruktur tani pasca-panen raya ini agar produktivitas terus terjaga.

Guna memastikan keterlibatan masyarakat yang luas, lahan pertanian jagung seluas 5 HA tersebut dikembangkan secara terintegrasi dan tersebar di 3 (tiga) wilayah hukum polsek jajaran, dengan rincian di wilayah hukum Polsek Sukaraja seluas 2 Hektare, kemudian di wilayah hukum Polsek Sodonghilir seluas 2 Hektare dan wilayah hukum Polsek Cikatomas seluas 1 Hektare.

Sinergitas Bhabinkamtibmas dan Babinsa di lapangan dalam mendampingi Kelompok Wanita Tani (KWT) serta kelompok tani umum terbukti ampuh meminimalisir kendala pertanian di lapangan.

Untuk menjamin hilirisasi hasil panen berjalan lancar, perwakilan dari Gudang Bulog Ciamis turut dihadirkan dalam acara ini. Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga di tingkat Peternak maupun pasar umum, sehingga para Petani di Desa Janggala mendapatkan margin keuntungan yang adil.

Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh rasa syukur ini turut dihadiri oleh jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Tasikmalaya, perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya, Camat Sukaraja, Kepala Puskesmas Sukaraja, serta para Kepala Desa se-Kecamatan Sukaraja.

Hadir pula para Tokoh Agama (Toga), Tokoh Masyarakat (Tomas), serta puluhan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Kelompok Tani Desa Janggala dengan total masyarakat yang memadati lokasi mencapai kurang lebih 50 orang.

Seluruh rangkaian acara berjalan dengan aman, tertib, dan ditutup dengan sesi foto bersama serta pemetikan jagung secara simbolis di atas lahan pertanian Desa Janggala.

  • Bagikan