Tasikmalaya, tasikraya.com–
Pemerintah Pusat merencanakan untuk menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) satu hari dalam sepekan bagi pegawai guna menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM). Hal itu, Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin (CNY) menanggapi rencana tersebut.
Cecep Nurul Yakin di hari pertama masuk kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) setelah libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Menurutnya, telah mencermati arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang menyinggung pentingnya langkah antisipatif menghadapi dinamika geopolitik global yang berpengaruh terhadap kondisi energi nasional.
Ia menjelaskan bahwa kebijakan WFH satu hari dalam sepekan memungkinkan adanya penyesuaian pola kerja ASN di daerah.
Kemudian, jika sebelumnya sistem kerja berlangsung lima hari maka nantinya dapat diatur menjadi empat hari bekerja di kantor dan satu hari bekerja dari rumah.
“Hal tersebut tidak menjadi persoalan, karena pada dasarnya kita sudah memiliki pengalaman bekerja tanpa harus selalu bertatap muka secara langsung.”Ungkap Cecep, Rabu (25/3/2026).
Selain itu, Bupati Tasikmalaya menyebutkan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya pada prinsipnya siap mendukung kebijakan Pemerintah Pusat, apa pun strategi yang diterapkan.
Akan tetapi, Pemkab Tasikmalaya akan menekankan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal, baik saat ASN bekerja di kantor maupun dari rumah.
Sebagai upaya mendukung kebijakan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terus mengembangkan sistem digitalisasi dalam pelayanan publik.
Cecep menyebutkan, saat ini berbagai layanan sudah dapat diakses secara daring, sehingga masyarakat tidak selalu harus datang langsung ke Kantor Pemerintahan.
“Pelayanan tidak harus selalu dilakukan secara tatap muka. Banyak yang sudah bisa dilakukan secara online, dan itu sudah diterapkan di setiap dinas.”Ujarnya.
Selain pelayanan publik, pemanfaatan teknologi juga diterapkan dalam kegiatan internal pemerintahan, seperti rapat dan koordinasi antarpegawai.
Hal ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi kerja sekaligus menjadi bagian dari adaptasi terhadap perkembangan teknologi.
Dengan kesiapan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya optimistis kebijakan WFH dapat diterapkan secara efektif tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.

