Tasikmalaya, tasikraya.com-
Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya segera meluncurkan program pinjaman tanpa bunga yang menyasar sekitar 7.000 penerima, dengan fokus utama para pelaku usaha pemula di seluruh wilayah Desa.
Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayubi mengatakan program tersebut merupakan langkah nyata Pemerintah Daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dari tingkat bawah, khususnya bagi warga yang baru memulai usaha.
Ia mengatakan peran Pemerintah dalam program ini adalah menyiapkan berbagai kebutuhan administrasi dan persyaratan agar masyarakat lebih mudah mengakses pinjaman melalui perbankan.
“Sasaran utama bantuan ini adalah pengusaha baru. Jangka waktu pinjamannya juga tidak hanya satu tahun, tetapi bisa sampai dua tahun, bahkan lebih, agar bisa meringankan beban mereka.”Ungkap Asep, Selasa (14/4/2026).
Asep menjelaskan, anggaran untuk subsidi bunga tersebut berasal dari dana titipan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan bersifat fleksibel dari sisi regulasi.
“Anggaran ini posisinya titipan dari BUMD kita. Jadi bukan harus dikembalikan ke kas Pemerintah sebagai subsidi. Karena itu, jika dipakai satu tahun, dua tahun, hingga tiga tahun pun secara regulasi memungkinkan.”Tutur Asep Sopari.
Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menargetkan sebanyak 7.000 orang dapat menerima manfaat dari program pinjaman tanpa bunga tersebut.
Pihaknya mengatakan penyalurannya harus merata hingga ke setiap Desa agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya terpusat di wilayah tertentu.
“Targetnya harus menyebar ke setiap desa, karena pertumbuhan ekonomi ini harus merata. Jangan hanya daerah-daerah tertentu saja yang berkembang.”Ujarnya.
Lanjut lagi, Asep menilai peluang usaha saat ini semakin terbuka luas karena pemasaran produk tidak lagi harus dilakukan secara tatap muka.
Dengan modal sekitar Rp 5 juta per orang, menurutnya masyarakat sudah bisa mengembangkan produk yang unik dan menarik untuk dipasarkan secara lebih luas, termasuk melalui platform digital.
Selain itu, Asep mencontohkan produk makanan yang memiliki cita rasa enak, sehat, dan higienis akan memiliki peluang besar untuk berkembang, terutama jika dikemas dengan baik dan modern.
“Produk makanan yang enak, sehat, higienis, lalu dikemas secara bagus saya kira bisa maju. Apalagi sekarang jasa kurir berkembang di mana-mana.”Paparnya.
Sedangkan, untuk mempercepat realisasi program tersebut, Asep meminta Dinas Perdagangan segera menyiapkan langkah teknis agar pinjaman subsidi bunga itu bisa segera dilaksanakan dalam waktu dekat.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tasikmalaya, Endang Syahrudin mengatakan pihaknya saat ini terus melakukan persiapan terhadap calon penerima, khususnya pelaku UMKM yang akan mendapatkan fasilitas pinjaman tanpa bunga.
Endang menyebutkan Dinas akan berperan dalam melakukan pembinaan, pendampingan, hingga mengantarkan pelaku usaha agar bisa memperoleh akses pinjaman ke pihak perbankan.
“Kami melakukan pembinaan sampai mengantarkan mereka mendapatkan pinjaman tersebut ke perbankan.”Pungkas Endang.
Program ini diharapkan mampu menjadi stimulus bagi lahirnya lebih banyak usaha baru di Kabupaten Tasikmalaya, sekaligus memperkuat pemerataan ekonomi berbasis desa.
