Kota Tasikmalaya- Ribuan Mahasiswa Se-Tasikmalaya turun aksi ke jalan untuk menyuarakan aspirasi rakyat, kondisi yang mereka rasakan semakin hari semakin sulit dan tercekik, Jumat (08/04/2022).
Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tasikmalaya, Andi Perdiana mengatakan bahwa aksi demonstrasi mahasiwa ke Gedung DPRD Kota Tasikmalaya terdiri dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tasikmalaya, PC PMII Kota Tasikmalaya, IMM, PII, KAMMI, Himapersis Kota Tasikmalaya dan lainnya.
Menurutnya Andi, gabungan mahasiswa sepakat menyatakan sikap atas beberapa kondisi masalah yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.
Mahasiswa menganggap kondisi saat ini sangat pelik, kebijakan pemerintah tidak berpihak kepada masyarakat, yang ada hanya menguntungkan para oligarki, dalam momen Bulan Suci Ramadhan ini pihaknya menilai bahwa perjuangan hari ini adalah bagian dari ibadah yang sesungguhnya menuju hari-hari kemenangan yang nyata.
Adapun itu, ucap Andi Fey sapaannya, dengan kesadaran yang ada serta fakta-fakta sosial yang terjadi, Mahasiswa Gabungan sepakat menolak dengan tegas kebijakan-kebijakan pemerintah yang merugikan rakyat.
Pertama, menolak Ibu Kota Negara (IKN), kedua menolak penundaan Pemilu dan perpanjangan masa jabatan Presiden Jokowi 3 periode karena menghianati amanat reformasi, ketiga menolak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan kelangkaan minyak goreng.
Keempat, mengutuk tindakan refresifitas Aparat Kepolisian Kota Tasikmalaya, kelima mendorong agar terjaminnya kesetaraan pendidikan di pelosok dan keenam menolak kenaikan PPN 11%.
Mahasiswa dalam demonstrasinya di Gedung DPRD Kota Tasikmalaya melakukan aksi bakar ban di halaman gedung, mahasiswa juga sampai merangsek ke ruangan paripurna DPRD Kota Tasikmalaya.
( Rizky/tasikraya)
