Tasik Raya

Tekan Angka Kemiskinan, PKH Kab. Tasikmalaya Adakan Workshop Percepatan Graduasi

Kabupaten Tasikmalaya – Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Tasikmalaya mengadakan workshop percepatan graduasi, dilaksanakan di Leuwi Keris Kabupaten Tasikmalaya, hari Kami (20/02/2020).

Graduasi merupakan istilah yang digunakan dalam program keluarga harapan untuk menandai peserta yang keluar dari kepesertaannya. Keluarnya mereka merupakan sebuah pencapaian besar dari sebuah pendampingan program yang memiliki tujuan untuk mengentaskan kemiskinan. Banyaknya keluarga penerima bantuan PKH yang keluar menandakan bahwa semakin banyak keluarga Indonesia yang naik kelas dan keluar dari zona miskin.

Dalam upaya mendukung target pemerintah untuk mengentasan kemiskinan, PPKH Kabupaten Tasikmalaya mengadakan workshop bertajuk “Stategi percepatan graduasi mandiri”.

Melalui kegiatan ini kordinator PKH Kabupaten Tasikmalaya Tete Sihihabudin berharap angka graduasi kabupaten tasik naik, sehingga pencapaian menekan angka kemiskinan ini terlihat hasilnya.

“Ini sebuah upaya dari kami untuk menaikkan angka graduasi mandiri sebagai bukti kongkrit dalam membantu pemerintah menekan angka kemiskinan ” Kata tete.

Sementara itu pekerja sosial Apep Risman yang juga narasumber di acara tersebut mengatakan bahwa strategi yang dipakai untuk percepatan graduasi ini adalah dengan menggunakan teknik MPA (Methodlogy Participatory Assesment).

“Kita gunakan teknik MPA untuk membangun kesadaran KPM penerima bansos untuk dapat mengukur kelayakan mereka sebagai penerima bantuan” Kata Apep Risman.

Ia juga mengatakan bahwa Hasil dari penerapan teknik ini adalah timbulnya kesadaran KPM untuk graduasi dan melepas ketergantungan bantuan lewat wirausaha, sehingga tidak ada unsur paksaan kepada mereka untuk keluar dari kepesertaan PKH.

Diakhir kegiatan para peserta yang merupakan para pendamping PKH mengisi form monitoring target capaian graduasi mereka di tahun 2020, “Mudah mudahan kedepannya semakin termotivasi dengan adanya target ini dan KPM yang kita dampingi juga tidak ketergantungan terhadap bansos yang sifatnya sementara ini” Tutup Nena Pendamping PKH kecamatan Cineam.

(faisal/tasikraya)