Kab Tasikmalaya-
Ai Nurhayati (37) Seorang ibu Penyandang Disabilitas Kp.Situhiang, Desa Karangmukti, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya tetap berkarya meski dengan keterbatasan fisik yang dimilikinya.
Meski tidak memiliki kedua tangannya, Ai Nurhayati tetap penuh semangat dalam menjalankan aktivitasnya untuk keberlangsungan kehidupan sehari-hari. Wanita tersebut mampu membuat berbagai produk kerajinan handicraft dengan mengunakan kedua kakinya. Produknya mulai dari gantungan kunci untuk kantong anak sekolah, gantungan kunci untuk motor, hingga produk kerajinan lainnya.
Hasilnya terbilang keren, dia jual dengan harga murah hanya Rp.5.000 untuk setiap satu gantungan. Berbagai produk kerajinannya awalnya di perjual belikan hanya di depan sekolah saja, akan tetapi untuk sekarang dari pihak BAZNAS Kab.Tasikmalaya akan membantu penjualan.
Nurhayati mengaku dirinya terinspirasi untuk membuat berbagai jenis kerajinan dikarenakan ditengah keterbatasan yang dimiliki bahwa dirinya ingin tetap bisa berkarya dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain. Dengan cara ini, dia bisa hidup mandiri bahkan juga bisa menghidupi kelangsungan keluarga kecil yang dimilikinya.
Sementara itu, Ayi Suryana (39) selaku Ketua Aliansi Perempuan Disabilitas dan Lansia (APDL) Kabupaten Tasikmalaya memohon kepada Dinas Sosial, Kecamatan, Pemerintah Desa setempat agar selalu memperhatikan nasib para disabilitas yang ada di Kabupaten Tasikmalaya, karena menurut dia selain memiliki keterbatasan fisik tapi pasti mereka memiliki kelebihan juga.
“Kahoyong mah Pemerintah teh ulah masihan lauk na, tapi di pasihan pancinganna,” (jangan dikasih hasilnya saja tapi di kasih modal untuk usahanya).”Pungkasnya
(Rizky/tasikraya)
