Kabupaten Tasikmalaya- Polemik Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Wilayah Kabupaten Tasikmalaya semakin liar, bantuan yang sekarang dalam bentuk tunai itu dimanfaatkan sebagian orang untuk meraup keuntungan, dengan cara menggiring penerima bantuan agar belanja di agen yang telah ditunjuk.
Sekda Kabupaten Tasikmalaya yang juga sebagai Ketua Timkor BPNT, Mohammad Zein seolah membela penggiringan tersebut, menurutnya itu bukanlah penggiringan melainkan bentuk kearifan lokal.
“Maaf saya tidak berani menyebutkan itu, itu bentuk kearifan lokal yang berjalan di lapangan. Saya tidak berani menyebutkan ada penggiringan, itu hanya bangunan komunikasi ruang sebelumya.”Cetus Moh Zen.
Diketahui, dari beberapa kecamatan di Wilayah Kabupaten Tasikmalaya banyak sekali penggiringan dan ancaman kepada KPM terkait kisruh BPNT.
Polemik BPNT berawal dari perubahan skema bantuan, yang awalnya non tunai sekarang berubah jadi tunai dengan nominal yang sama yaitu Rp. 200.000/bln, untuk pencairan tahap pertama yaitu Januari-Maret 2022 dilakukan pada Februari, diberikan tunai oleh petugas Kantor Pos di tiap desa dengan total Rp. 600.000 untuk setiap KPM.
Sekda pun mengakui polemik berawal dari hal tersebut, menurutnya supplier yang biasa menjadi pemasok agen/ewarong telah mempersiapkan stok komoditi bahan pangan, kemungkinannya sejak Desember sampai Januari sudah mulai mempersiapkan.
“Ya, yang tadinya BPNT Non Tunai sekarang menjadi Tunai. Ini masih ada dinamika karena mungkin sejak Desember hingga masuk Januari itu yang biasa memenuhi dari BPNT sudah mempersiapkan.”Ucap dia.
Disinggung tanggapan lebih lanjut mengenai polemik yang terjadi di masyarakat, bahwa program yang seharusnya berbentuk uang tunai RP. 600.000 bebas di belanjakan ke mana saja dan ternyata faktanya terbalik bahwa di lapangan banyak oknum yang menggiringkan ke pihak agen/E-Waroeng tertentu, Zein meminta semua pihak memaklumi.
“Saya rasa selama tidak menyalahi aturan tahapan dengan prosedur sah sah saja. Mau dibelikan di E-Waroeng mangga, mohon semua pihak memahami dinamika yang ada.”Terangnya.
Saking liarnya kisruh BPNT di Kabupaten Tasikmalaya, Zein sampai mengumpulkan para Tikor Kecamatan di Op Room Sekda Kabupaten Tasikmalaya.
Namun ketika ditanya wartawan, Zein tidak bisa menyebutkan terkait teknis penyaluran BPNT tersebut, dia mengarahkan wartawan untuk bertanya ke Dinas Sosial.
“Untuk teknisnya ke dinsos saja. Dan untuk kasuistik seperti barusan disebut, itu hanya dinamika dari komunikasi.”Ujarnya.
(Rizky/tasikraya)
