Tasik Raya

Saat Kejar Target, Empat Karyawan Konveksi di Manonjaya Disiram Air Keras

Tasikmalaya, tasikraya.com
Sebanyak empat orang pekerja kini harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya setelah menjadi korban penyiraman air keras oleh Seorang Pria, Senin Malam (4/5/2026).

Insiden memilukan timpa sejumlah Karyawan sebuah usaha konveksi di wilayah Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya.

Korban yang masih dirawat di Ruang Melati 4 tersebut adalah Abdul Kholik Setiawan, Rizki, M. Danda, dan Wina Agustina.

Keempatnya dilaporkan mengalami luka bakar serius hingga mencapai 30 persen di sekujur tubuh, meliputi area wajah, leher, punggung, tangan, hingga kaki. Kemudian, beberapa diantaranya bahkan mengalami luka pada bagian mata.

Sementara itu, 2 korban lainnya yakni Hendri dan Fadila Fatir, warga Manonjaya, sudah diperbolehkan pulang lantaran hanya mengalami luka ringan.

Abdul Kholik Setiawan salah satu korban, menceritakan bahwa peristiwa tragis itu terjadi saat para karyawan tengah mengejar target pesanan sebanyak 1.000 potong celana.

Ditengah kesibukan bekerja, tiba-tiba pelaku datang membawa dua botol berisi cairan kimia berbahaya. Pelaku diduga dalam kondisi terpengaruh minuman keras saat melancarkan aksinya.

“Pelaku masuk secara tiba-tiba dan langsung menyiramkan cairan itu. Sebelumnya dia juga sudah menyiram korban yang lain di area berbeda.”Ujar hendak ditemui di Rumah Sakit, Selasa (5/5/2026).

Berdasarkan penuturan korban, motif di balik aksi brutal ini diduga dipicu oleh rasa sakit hati.

Sontak, Pelaku diketahui merupakan mantan pekerja di bagian ekspedisi perusahaan konveksi tersebut yang telah diberhentikan. Muncul dugaan ada kesalahpahaman antara pelaku dengan pemilik konveksi.

Nahas, saat kejadian pemilik usaha berhasil menyelamatkan diri lebih awal. Para karyawan yang berada di dalam ruangan justru menjadi sasaran amukan pelaku hingga mengalami luka bakar kimia yang cukup parah.

Saat ini, kasus tersebut tengah dalam penanganan pihak kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut.