Tasik Raya

Ridwan Kamil Harus Memperbaiki Keberpihakan Kepada Pesantren

Kota Tasikmalaya, tasikraya.comPesantren mempunyai saham besar dalam mengusung Ridwan Kamil (RK) menjadi Gubernur sebelum partai politik seperti Nasdem mendeklarasikan RK.

Dukungan para kyai pesantren diwujudkan dengan terbentuknya relawan tren RK JABAR I singkatan dari Pesantren (Tren) Dukung (D) RK JABAR I.

H.Utawijaya salah satu Pengasuh Ponpes Bahrul Ulum mengatakan,
“Alhamdulillah, sangat berkah dukungan para kyai pesantren melalui TrenD, maka jadilah RK menjadi Gubernur Jabar yang berpasangan dengan Uu Ruzhanul Ulum sebagai orang pesantren juga, dimana Uu adalah cucu sesepuh Pesantren Miftahul Huda Manonjaya Tasikmalaya, sedangkan RK adalah cucu mama Pagelaran atau KH. Muhyiddin (Syuriah NU Purwakarta pada zamannya).” Ucapnya. Kamis, (28/05/2020).

Selain itu, Dukungan para kyai pesantren terhadap RK untuk menjadi Gubernur hanya satu niatan yaitu, agar kelas RK ketika menjadi Gubernur Jabar dapat membantu pesantren dan ta’dzim kepada kyai. Hal itu sebagaimana ditunjukkan oleh Gubernur Jabar sebelumnya, baik zamannya Pak Gubernur Dany Setiawan maupun Pak Ahmad Heryawan yang cenderung dekat dengan kyai dan pesantren sehingga memberikan program bantuan khusus kepada pesantren seperti 1000 kobong, stimulant untuk kyai, BOS santri, dan lainnya.

Gubernur Ridwan Kamil juga sudah berpihak kepada pesantren melalui berbagai programnya seperti BUMP, Santri Jek, English for Ulama, dan lainnya. walaupun belum bisa diakses secara maksimal.

“Saya bisa berpandangan bahwa dalam kurun waktu kepemimpinannya (2018-2023), sudah ada kelihatan keberpihakan Gubernur Jabar RK maupun Wagub Uu terhadap pesantren dan kyai serta santrinya, terlepas dari kekurangan dan kelebihannya.” Terang H.Utawi.

Berkaitan dengan kondisi saat ini dimasa wabah Tho’un Covid-19, pihaknya melihat sudah ada keberpihakan Gubernur Jawa Barat RK terhadap kyai dan pesantren.

Misalnya, dilibatkannya beberapa kyai pesantren dalam penanggulangan dampak Covid-19 melalui peran kyai memberikan bimbingan dan tausiyah kepada masyarakat agar terhindar dari Defisit Spiritual yang disebabkan oleh dampak virus Covid-19 tersebut.

Kemudian, H.Utawijaya melihat juga ada beberapa pesantren yang memperoleh bantuan sembako dan uang tunai. Dan mungkin masih banyak lagi yang tidak dapat terpantau seluruhnya.

Berdasarkan fakta itulah, “Saya pribadi menyatakan bahwa sudah ada peran dan keberpihakan Guberbur Jabar RK terhadap kyai, pesantren, dan santrinya terlepas dari segala kekurangannya.” Jelasnya.

Masih ada 3 tahun lagi kesempatannya untuk Gubernur RK dalam memperbaiki sikapnya agar lebih baik kepada para kyai, pesantren dan santrinya. Sebab, H.Utawi menegaskan bahwa pesantren di Jawa Barat yang jumlahnya sekitar 11.300 sudah berkontribusi besar terhadap dukungan kepada RK untuk menjadi Gubernur Gubernur sejak mendeklarasikan dukungannya untuk RK JABAR I pada tanggal 23 April 2017 yang lalu di Pondok Pesantren Pagelaran 3 Gardusayang Cisalak Subang, yang kebetulan pihaknya pribadi yang memimpin deklarasi tersebut sekaligus memberikan tausiyahnya.

Dengan kata lain, bisa ditegaskan di sini bahwa pesantren dan kyai serta santri se-Jawa Barat mempunyai Saham besar dalam mendukung RK menjadi Gubernur Jawa Barat periode 2018-2023.

Atas dasar itu, H.Utawijaya dan para pimpinan pesantren di Jawa Barat berharap agar RK memperbaiki Keberpihakan nya ke kyai dan pesantren serta santri. Hal ini agar cita-cita Gubernur RK menjadikan “JABAR JUARA LAHIR BATIN,” bisa terwujud dengan dukungan sepenuhnya dari para kyai dan santri serta pesantren. Pungkasnya.

(Rizki/tasikraya)