Kota Tasikmalaya – Penyandang disabilitas di Kota Tasikmalaya memperoleh bantuan alat bantu berupa empat belas alat pendengaran dan sepuluh kursi roda dari Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) yang disalurkan melalui Dinas Sosial Kota Tasikmalaya. Sedangkan bantuan dua pasang alat kaki palsu merupakan kerjasama antara dinsos kota dengan Aliansi Perempuan Disabilitas dan Lansia (APDL) dengan pengajuan kepada BAZNAS propinsi Jawa Barat.
Bantuan tersebut diberikan kepada Yayasan Insan Siliwangi (YIS) selaku wadah penyandang disabilitas di Kota Tasikmalaya.
Kepala Dinas Sosial Kota Tasikmalaya H. Nana Rosadi berkesempatan menyerahkan secara simbolis, alat bantu bagi penyandang disabilitas tersebut.
“Bantuan yang di berikan ini, sebagai bentuk perhatian dari Pemerintah terhadap penyandang disabilitas di Kota Tasikmalaya” kata H. Nana, Jumat (17/01/2020).
Kepala Dinas Kota Tasikmalaya berharap kepada seluruh disabilitas penerima bantuan alat ini, supaya bisa menggunakan alat bantu tersebut sebaik mungkin, bisa bermanfaat dan di rawat sehingga bisa di pergunakan untuk membantu dalam menunjang aktifitas sehari hari.
Sementara itu Ketua Yayasan Insan Siliwangi Guruh Prasetyo Nurbudi mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu.
“Ucapan terimakasih saya kepada semua pihak yang telah membantu karena ketika penyandang disabilitas menerima dan langsung memasangkan alat bantu dengar terlihat ada interaksi antara orang sekeliling, tentunya momen itu membuat kami merasa bangga dan terharu”. Ucapnya.
Lanjut Guruh, pemenuhan hak disabilitas khususnya di Kota Tasikmalaya harus lebih terbuka lebar lagi karena kemajuan disabilitas terutama dalam kemandirian kedepan kalau tidak ada dukungan dari semua tidak akan berjalan.
Guruh berharap para penyandang disabilitas kedepan supaya tecatat ke rehabilitas untuk mendapatkan kemandiriannya dan berpesan kepada dinas sosial untuk lebih di optimalkan terkait tentang disabilitas yang target berkaidah terpadu dan indikator.
“Kami berharap kepada pemerintah supaya para penyandang disabilitas bisa tercatat ke rehabilitasi untuk mendapatkan kemandiriannya dan mengikis kecemasan orang tuanya serta kami menginginkan pemerintah lebih mengupayakan disabilitas di Kota Tasikmalaya untuk mengadakan vocational yang belum pernah ada, kalaupun itu sudah ada, setidaknya bisa di realisasikan” pungkasnya. (Susan/Rinal/tasikraya.com)
