Tasik Raya

Pengamat Politik Tasikmalaya Berikan 3 Catatan Kritis Terkait Pilkada Di Masa Pandemi

Tasikraya.com Tasikmalaya– Pilkada serentak yang sempat dirumorkan akan kembali diundur tampaknya akan tetap terlaksana di tahun 2020,  sesuai dengan PERPU No. 2 yang dikeluarkan pemerintah,  proses pemilihan akan dilaksanakan pada bulan Desember,  dan tahapannya akan dilaksanakan mulai bulan depan. 


Pengamat politik Tasikmalaya,  Endri Herlambang S.IP., M.Pd, memberikan 3 catatan kritis terkait akan dilaksanakannya pilkada di masa pandemi covid19, hal itu beliau sampaikan kepada media Tasikraya.com , Rabu (27/05/2020).


“Pertama, jika pilkada dilaksanakan saat pandemi ini, dari sisi budgeting maka ini akan mempengaruhi alokasi anggaran pemerintah daerah untuk penanganan covid19, akan ada anggaran yang cukup besar tersedot untuk pelaksanaan pilkada, maka anggaran Pemkab Tasikmalaya untuk penanganan pandemi covid19 akan berkurang,  atau setidaknya menjadi tidak leluasa, jika itu terjadi berarti keselamatan masyarakat diangap tidak lagi jadi prioritas” jelas Endri yang juga dosen STISIP Tasikmalaya ini. 


“Yang kedua,  dalam situasi genting seperti sekarang publik sedang sibuk memikirkan masalah kesehatannya dan ekonomi,  sehingga perhatian terhadap pilkada akan berkurang,  maka bisa dikatakan partisipasi publik dalam pilkada tidak lagi berkualitas, dan jika itu terjadi kepala daerah yang terpilih tidak akan memiliki legitimasi publik yang kuat” demikian Endri melanjutkan penjelasannya. 


Endri juga menyampaikan bahwa masalah periodisasi bukanlah hal mutlak yang bisa dijadikan alasan untuk memaksakan pilkada dalam situasi pandemi sekarang,  menurutnya pengangkatan plt akan lebih solutif. 


“Jika periodisasi jadi alasan, tidak serta merta harus dilaksanakan pilkada, bisa saja bupati berhenti dan diangkat plt sampai kondisi memungkinkan. Apalagi dengan adanya pembentukan gugus tugas penanganan covid 19 yang diketuai oleh bupati/petahana, hal tersebut bisa dimanfatkan untuk melakukan kampanye terselubung, bagaikan memancing ikan di air yang keruh, maka akan lebih fair dan lebih demokratis jika dimasa darurat kita mengangkat PLT, lalu pilkada dilaksanakan dalam kondisi yg normal” pungkas Endri. (tasikraya.com)