Kabupaten Tasikmalaya – Bertajuk silatull fikri, Pimpinan Cabang Pemuda Persis Sukaresik gelar Diskusi bersama Pemuda Pelopor Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (14/5/2020), kgiatan ini diadakan di posko bersama PK. KNPI dan OKP Se-Sukaresik. jln belokan Sudimara-Cihideung, Desa Cipondok, Kecamatan Sukaresik.
Diskusi yang difasilitatori oleh Pemuda Pelopor Kabupaten Tasikmalaya, Bung Nanang Indrawan itu dimulai pada Pukul 17.00 Wib Sore dengan tema melacak peluang dan potensi Kecamatan Sukaresik sebagai Kecamatan teladan Sekabupaten Tasikmalaya.
Dalam kesempatan itu, turut hadir Ketua PD. Pemuda Persis Kabupaten Tasikmalaya, Ketua HIMA Persis Tasikmalaya Raya, Brigade Persis, Irema Persis Sukaresik, Kapolsek Sukaresik, Pemuda Pancasila, Gibas, Banser, Srikandi Pancasila dan Karang Taruna Sidumara.
Nanang Indrawan mengungkapkan bahwa kekuatan yang perlu dibangun oleh Pemuda Se-Kecamatan Sukaresik ialah korsa juang kombinatif bukan kompetitif.
“Kita jangan lagi memiliki paradigma sempit yang bermental blok. Kini saatnya kekuatan yang dimiliki seluruh elemen masyarakat dan OKP disatukan sebagai sebuah kombinasi yang dapat memajukan Sukaresik ke arah yang diharapkan oleh Founding Fathers daerah kita.” Jelasnya.
Sementara itu, Ketua PK. KNPI Sukaresik, Iqbal Sabiqul Aqdam mengutarakan cita-cita Kecamatan teladan yang dimaksud mesti diawali dengan semangat literasi yang membumi, berkala dan continue sebagaimana tergambar dalam wahyu pertama Al-qur’an, yakni Iqro.
Di lain pihak, Ketua penyelenggara agenda tersebut, Kang Andri Nurkamal memandang bahwa dirinya lebih menawarkan langkah panjang dengan mengetengahkan sodoran gagasan masa depan.
Ini momentum terbaik dimana konsen unsur Pemerintahan dan Swadaya masyarakat yang cenderung di wilayah infrastruktur, maka kawula mudanya harus melengkapi di sektor suprastruktur.
Saat ditanya soal imbauan Pemerintah tentang aturan kerumunan, Andri Nurkamal menyampaikan bahwa SOP kerumunan sangat diperhatikan dan menjadi rujukan dalam penempatan tata letak kursi dan persyaratan kepesertaan.
“Insyaallah kami menjaga kehati-hatian sebagai ikhtiar serius merawat masyarakat. Penerapan SOP sebagai bentuk perawatan kesehatannya, dan menghidupkan kajian sebagai bentuk merawat kesehatan pikiran masyarakat.” Pungkasnya.
(Rizky/tasikraya.com)
