Tasik Raya

Mulai Bangun Desa, Satgas TMMD Kodim 0612 Tasikmalaya & Warga Satukan Langkah Dalam Doa

Tasikmalaya, tasikraya.com- Denting alat bangunan memang terdengar setiap hari di lokasi TMMD Ke-129 Kodim 0612/Tasikmalaya.

Namun, ada suara lain yang tak kalah bermakna: lantunan doa yang mengalun dari tengah Desa Parungponteng. Di sanalah Satgas TMMD membuktikan bahwa membangun negeri tidak hanya dengan tenaga, tetapi juga dengan keimanan.

Di sela pelaksanaan pembangunan fisik, personel Satgas TMMD Ke-129 melaksanakan kegiatan keagamaan bersama tokoh agama dan masyarakat Desa Parungponteng, Kecamatan Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya.

Momen tersebut menjadi ruang kebersamaan yang mempertemukan prajurit dan warga tanpa sekat, dalam ikatan persaudaraan dan nilai-nilai spiritual.

Program TMMD Ke-129 yang mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa” tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menanamkan penguatan karakter melalui sasaran nonfisik.

Kegiatan keagamaan menjadi salah satu wujud nyata bahwa pembangunan manusia berjalan seiring dengan pembangunan Desa.

Dansatgas TMMD Ke-129 Kodim 0612/Tasikmalaya, Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, S.Sos., M.Han, menegaskan bahwa keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari berdirinya bangunan, tetapi juga dari semakin eratnya hubungan antara TNI dan masyarakat.

“Kami ingin meninggalkan lebih dari sekadar hasil pembangunan. Kami ingin meninggalkan semangat kebersamaan, nilai keimanan, dan kepedulian sosial yang terus hidup di tengah masyarakat. Ketika doa dipanjatkan bersama, di situlah kepercayaan dan persaudaraan tumbuh semakin kuat.”Ucap Imvan, Selasa (21/7/2026).

Kehangatan yang tercipta dalam kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga menilai kehadiran Satgas TMMD bukan hanya membawa perubahan fisik bagi desa, tetapi juga menghadirkan keteladanan melalui kedekatan, kepedulian, dan kebersamaan dalam setiap aktivitas.

Di Parungponteng, TMMD telah menunjukkan bahwa fondasi sebuah desa bukan hanya jalan yang kokoh atau bangunan yang berdiri tegak.

Fondasi terkuat adalah hati yang dipersatukan, doa yang dipanjatkan bersama, dan semangat gotong royong yang terus hidup. Dari desa inilah, langkah kecil untuk membangun Indonesia dimulai.