Tasikmalaya, tasikraya.com– Audiensi dengan Depot Pertamina Tasikmalaya batal, Karang Taruna Kabupaten Tasikmalaya ungkapkan kurang respon terkait banyaknya aduan masyarakat tentang pengawasan dan penindakan.
Karang Taruna Kabupaten Tasikmalaya menduga Pimpinan Depot Pertamina menghindar dari agenda audiensi tersebut.
“Saya, pengurus Karang Taruna Kabupaten Tasikmalaya Bidang Advokasi sangat menyayangkan sikap Pertamina kurang merespon terkait banyaknya aduan masyarakat tentang kinerja Pertamina dalam hal pengawasan dan penindakan.”Tegas Yusuf Muhammad Anwar pada wartawan, Selasa (24/2/2026).
Pengurus Karang Taruna Kabupaten Tasikmalaya menyoroti banyaknya oknum Pom Bensin yang ada di Tasikmalaya terkesan dibiarkan oleh pihak Pertamina.
Dengan dibiarkan, kata Yusup, ada beberapa kesalahan oknum pemilik Pom Bensin mengindikasikan adanya permainan pihak Pertamina yang membiarkan pelanggaran seperti itu terjadi.
Salah satunya, Pom Bensin Kadipaten sudah jelas melakukan pemotongan gajih karyawannya ada dari run perbedaan dari segi warna pertalite.
“Memang segi pertalite bisa jadi perbedaan kualitas pertalite-nya. Bahkan Pom di Kabupaten Tasikmalaya terutama di Badak Paeh, kemudian Mangkubumi warnanya yang berbeda apakah dibiarkan saja.”Terang dia.
Sontak, kata Yusup, harus di pastikan semua warna pertalite sama harusnya. Akan tetapi ini banyak perbedaan beli pertalite di Mangkubumi, Badak Paeh dan Rancamaya.
Sehingga, ada juga uang yang di tarik dari upah pekerja diluar bon.
“Saya rasa, pihak pom bensin merasa aman tidak ada tindakan apapun dari Pertamina.”Jelasnya.
Selain itu, kata dia, mungkin oknum dari Pertamina bekerja sama dengan oknum Aparat Penegak Hukum yang ada di wilayah Kota dan Kabupaten Tasikmalaya.
Yusup mengatakan itu beberapa dugaan hasil temuan kami dari Karang Taruna Kabupaten Tasikmalaya.
“Adanya kegiatan ini bisa menjadi perbaikan kedepan Pertamina dan masyarakat bisa dengan nyaman ketika melakukan pembelian bahan bakar.”Tuturnya.
“Kami akan teruskan maju tidak akan berhenti di tengah jalan karena memang ini di perlukan untuk kontrol sosial.”Sambungnya.
Yusup mengatakan hal ini menjadi sorotan Karang Taruna Kabupaten Tasikmalaya.
“Saya tidak melihat efektivitas dari Pimpinan Pertamina, memangnya hanya bisa mewakilkan untuk menemui kami disini.”Cetus Yusup dalam perasaan kekecewaanya.
Terakhir, kata Yusup, mungkin sama saja menunggu kami Karang Taruna Kabupaten Tasikmalaya dengan agenda yang berbeda kalau seperti itu.
