Tasik Raya

Milenial dan Partisipasi Pemilu

Kabupaten Tasikmalaya- Indonesia dalam beberapa tahun ke depan akan melaksanakan pemilihan umum serentak dimana hal tersebut merupakan momentum dalam menentukan pemimpin Indonesia.

Apalagi indonesia akan mengalami bonus demografi pada era 2030-2040, nanti, jumlah penduduk usia produktif 15-64 tahun, lebih besar dibandingkan penduduk usia tidak produktif di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun, penduduk usia produktif diprediksi akan mencapai 205 juta dan 2 jutaan usia produktif diantaranya akan masuk ke pasar kerja setiap tahun.

Berdasarkan hal tersebut, siapapun pemimpin indonesia harus membuat arah kebijakan yang mampu menciptakan kesejahteraan dimana menekankan pada aspek lapangan pekerjaan karena dengan adanya lapangan pekerjaan harapannya tingkat produktivitas. Dimana produktivitas adalah sikap mental dan etos kerja yang berorientasi pada perbaikan mutu kehidupan,efisiensi, efektivitas, dan penciptaan nilai tambah.

Pemilihan umum yang akan dilaksanakan pada tahun 2024 tentunya tidak lepas dari tantangan, jika melihat pemilihan umum tahun 2019 salah satu tantangannya adalah derasnya berita informasi hoaks dimana hal ini mempengaruhi situasi sosial dan politik Indonesia yang kurang sehat.

Jika melihat kebiasaan generasi milenial dalam pengunaan media sosial yang begitu tinggi maka kelompok milenial ini ke depan berpartisipasi berperan membuat narasi positif, kampanye positif yang berdampak baik terhadap situasi sosial dan politik. Selain itu kelompok milenial perlu memiliki cara pandang terhadap sosok kepemimpinan Indonesia ke depan karena pada prinsipnya ini akan menentukan nasib masa depannya.

Berdasarkan potret tersebut peran milenial sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan pada pemilihan umum. Sistem pemilihan di Indonesia yang menggunakan sistem pemilihan langsung dimana setiap orang memliki hak suara untuk memilih. Harapannya dengan peranan kelompok milenial yang membawa narasi dan kampanye positif dalam pemilihan umum membawa Indonesia pada kerukunan dan menjaga perbedaan kelompok antar agama, suku, ras dan budaya saat dan telah berlangsung perhelatan politik.

Ikhtiar ini perlu diiringi dengan kesadaran penuh bagi setiap individu anak muda karena merawat dan menjaga keutuhan bangsa adalah kewajiban dan kebaikan sekecil apapun tentu akan berdampak terhadap masa depan indonesia.

Oleh : Ilham Syawaludin