Tasik Raya

Kirab HSN 2026, Ribuan Santri Tampilkan Foto Ulama Tasikmalaya

Tasikmalaya, tasikraya.com-
Menyambut Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Ribuan Santri dari berbagai Pondok Pesantren (Ponpes) di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat menggelar kirab.

Kirab HSN 2026, dimulai dari Helipad Pondok Pesantren Cipasung menuju Kantor Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya.

Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin dan Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al-Ayubi turut serta dalam kirab bersama pejabat lainnya dengan menunggangi kuda.

“Alhamdulillah, ini rangkaian peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026. Pak Bupati, Pak Wakil dan Pak Kemenag juga instansi lain hadir dan naik kuda selama kirab. Bersyukur pada Allah acaranya meriah, masyarakat menyambut antusias.”Ucap Fajri Adi Nugraha, Kasi Pontren Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya.

Berbeda dari tahun sebelumnya, kirab kali ini diwarnai aksi belasan Santri yang membawa foto Ulama kharismatik asal Kabupaten Tasikmalaya. Para Ulama tersebut telah wafat dan mewariskan keteladanan bagi para Santri.

Di barisan paling depan, terlihat foto KH Zaenal Musthafa, Pahlawan Nasional yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Sukamanah.

Selanjutnya, kata Fajri, foto para pendiri Ponpes besar lainnya, mulai dari Ponpes Cipasung, Sukamanah, Suryalaya, Miftahul Huda Manonjaya, hingga Pesantren Sukahideng.

“Kami kolaborasi dengan Pemerintah Daerah supaya memang ini menjadi lebih khidmat.”Sambung Fajri, Selasa (20/10/2026).

Sontak, setibanya di halaman komplek Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Tasikmalaya, Ribuan Santri menggelar Sholawat bersama.

Santri hadir pada Kirab berasal dari perwakilan Ponpes Se-Kabupaten Tasikmalaya, mulai dari Ponpes Cipasung, Padakembang, Sukarame, Singaparna, Leuwisari, Culamega, hingga Padawaras dan Tasik Selatan (Tasela).

Refleksi Sejarah Ulama Tasikmalaya

Cecep Nurul Yakin mengungkapkan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, kita hari ini baru selesai giat yang luar biasa barusan bersama Para Kiai, Para Ulama, dan Santri tentunya, dengan dihadiri Ulama sepuh yang memiliki sejarah panjang berkhidmat di tanah Sukapura, dari mulai sepuh Cipasung, Suryalaya, Sukamanah, Sukahideung.”Beber Cecep.

Bupati Tasikmalaya mengatakan, rangkaian HSN tahun 2026 ini tidak hanya sekadar seremoni. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi refleksi mendalam tentang Sejarah dan peran Ulama di Tasikmalaya.

“Ini semua sesungguhnya refleksi bahwa tidak mungkin ada kita tanpa sepuh-sepuh kita, maka sebagai Santri dalam bahasa istilah Pesantren takdiman wa takriman. Apalagi Tasik sebagai Kota Santri. Nah sebagai bentuk takdim.”Tegas dia.

Kemudian, peringatan Hari Santri Nasional tahun ini terasa lebih meriah dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Pasalnya, setiap Ponpes diberikan ruang untuk menampilkan kreativitas dan kekhasannya.

“Tahun ini, alhamdulillah lebih meriah, karena saya sampaikan kepada panitia dan jajaran pejabat Pemkab Tasikmalaya bahwa event ini bukan sekadar peringatan dan perayaan saja, tapi harus ada hikmah dengan nilai sejarahnya, makanya kami bawa beberapa foto pendiri Ponpes di Tasikmalaya.”Terang Cecep.

Selain itu, kegiatan pada 20 Oktober ini baru pembuka rangkaian. Puncak peringatan Hari Santri Nasional akan digelar pada 22 Oktober mendatang.

“Nah ini belum puncak nih, ini baru tanggal 20, puncaknya tanggal 22, dan besok masih ada rangkaian-rangkaian, termasuk haflah tilawah para qori-qoriah akan diberikan panggung di sini.”Tambahnya.

Dorong Wakaf Produktif dan Ekonomi Pesantren

Kendati, Cecep mengatakan rencana program strategis Pemkab Tasikmalaya untuk para Santri dan Ajengan. Kedepan, pihaknya akan membuat Peraturan Bupati (Perbup) terkait wakaf produktif sebagai implementasi ekonomi syariah.

Program hari ini nantinya akan melibatkan 16 Ribu ASN dan P3K di lingkungan Pemkab Tasikmalaya untuk berwakaf produktif senilai Rp 1 juta per orang.

“Nanti kan anggaran yang bisa bermanfaat termasuk untuk Pondok Pesantren atau Santri.”Ujar Cecep.

Berbeda halnya, Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayubi menyebutkan Pemerintah mendorong agar lembaga Pondok Pesantren semakin maju dan mandiri.

“Ya kita dorong ekonomi kreatif ini menyentuh semua pihak. Pondok Pesantren lebih maju lagi dan tentu mencetak para alim yang menyejukkan masyarakat dan menjadi pembimbing akidah masyarakat.”Beber Asep.

Dan Ribuan Santri pun membubarkan diri dengan tertib setelah doa bersama.

“Saya jadikan momen Hari Santri ini untuk makin giat ngaji dan hafalannya.”Ungkap Farhan, salah seorang Santri peserta kirab.