Tasik Raya

Kian Membaik, DK Bocah Gigitan Ular di Jenguk Wabup Tasikmalaya

Tasikmalaya, tasikraya.com
Kondisi DK korban gigitan ular keling menarik perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya.

Wakil Bupati Asep Sopari Al-Ayubi datang langsung menjenguk dan memberikan penguatan moril kepada orang tua pasien di RSUD KHZ Musthafa.

Politisi Partai Gerindra mengatakan bahwa kendala biaya tidak boleh menjadi penghalang dalam menyelamatkan nyawa warga. Mengingat perawatan di ICU dalam waktu lama telah melampaui limit BPJS Kesehatan, Pemerintah Daerah siap pasang badan.

“Kami bersimpati sedalam-dalamnya, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melalui Dinas Kesehatan dan RSUD akan membantu skema pembiayaan pasien. Meski limit BPJS-nya sudah habis, kami berupaya agar keluarga tidak terbebani. Ini adalah bentuk komitmen kami membantu masyarakat yang sedang tertimpa musibah.”Ujar Asep Sopari, Rabu (8/4/2026).

Sebagai pengingat, musibah ini terjadi saat DK sedang tertidur lelap di lantai ruang tengah rumahnya bersama sang ibu.

Tanpa disadari, seekor ular masuk ke dalam Rumah dan mematuk bocah kelas 6 SD tersebut. Kejadian ini menjadi peringatan bagi warga untuk tetap waspada terhadap keberadaan hewan melata di lingkungan pemukiman, terutama saat musim hujan.

Saat ini, tim medis terus melakukan pemantauan intensif di ruang ICU hingga kondisi DK benar-benar stabil dan bisa dipindahkan ke ruang perawatan umum.

Sontak, kabar baik datang dari ruang ICU RSUD KHZ Musthafa Kabupaten Tasikmalaya. DK (12), bocah asal Kampung Borolong, Desa Cilampung Hilir, Kecamatan Padakembang, yang menjadi korban gigitan ular berbisa saat tidur, kini menunjukkan tanda-tanda kesembuhan yang signifikan pada Rabu (8/4/2026).

Setelah melewati masa kritis sejak kejadian memilukan pada Minggu (29/3/2026) lalu, DK mulai memberikan respons motorik yang membuat pihak keluarga dan tim medis bernapas lega.

Direktur RSUD KHZ Musthafa, dr. Eli Hendalia, mengungkapkan rasa syukurnya saat melihat perkembangan pasien yang kian membaik. Momen haru terjadi ketika DK mampu merespons kehadiran sang ayah dari balik kaca ruang isolasi.

“Alhamdulillah, pasien sudah ada perbaikan dan bisa merespons. Tadi saat ayahnya melambaikan tangan dari luar kaca, DK menyahut dengan mengangkat tangannya. Kami sangat senang melihat perkembangan ini.”Ungkap dr. Eli dengan nada optimis.

Perjuangan medis untuk menyelamatkan nyawa DK terbilang luar biasa. Karena jenis bisa ular Weling yang sangat mematikan, tim medis harus memberikan dosis anti-venom (ABU) dalam jumlah fantastis. Hingga hari ini, total 56 vial anti-venom telah disuntikkan ke tubuh DK.

“Jumlah 56 vial itu setara dengan stok kebutuhan anti-venom untuk seluruh wilayah Jawa Barat dalam satu bulan. Namun, demi menyelamatkan nyawa dan memberikan pelayanan maksimal, kami terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi untuk mendatangkan pasokan tambahan secara gratis.”Tutur dr. Eli.

Setiap harinya, DK membutuhkan sekitar 5 hingga 10 vial anti-venom untuk menetralisir racun yang menyerang sistem sarafnya.

Kondisi DK menarik perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Wakil Bupati Asep Sopari Alayubi datang langsung menjenguk dan memberikan penguatan moril kepada orang tua pasien di RSUD KHZ Musthafa.