Kabupaten Tasikmalaya – Perjuangan Literasi kawula Muda Sukaresik melalui Rumah Biru KNPI masih terus berjalan massif dan kelindan. Hal ini di buktikan dengan konsistensi merawat Agenda Ahad membaca yang digelar mingguan di Kantor Kecamatan Sukaresik, Minggu (22/03/2020).
Menyambangi Kota Industri, Bekasi, di dua pekan yang lalu, Ketua PK.KNPI Kecamatan Sukaresik, Bung Iqbal Sabiqul Aqdam dan kawan – kawan mendapat lawatan balik dari Pemuda Literat Kota berjuluk Patriot itu dan juga oleh Pemuda Peduli Literasi Kota Kembang.
Pertemuan ini sudah berjalan selama lebih dari empat jam, telah mengupas peluang dan tantangan Literasi di Daerah masing-masing, serta berbagai percobaan Perjuangan Literasi yang bermacam rupa.
Di Bekasi misalnya, Bung Amanullah memaparkan bahwa di Daerahnya meski sangat sulit dalam membangun kesadaran Literasi, namun itu tidak menyurutkan langkah dan semangat ia dan rekan-rekannya dalam mewujudkan mimpi indah peradaban.
“Maka beberapa orang yang sudah se-pemikiran berkumpul, merumuskan, membangun Bale Riung Ahdan yang di dalamnya berisi banyak buku, menghidupkannyabdan dari sanalah jalan panjang Perjuangan Literasi ini kami mulai”, Papar Aman.
Agak berbeda dengan Kota Kembang yang Relatif kesadaran Literasinya sudah jauh lebih unggul. Salah satunya Bung Yudi, anak muda asli Bandung mengeluhkan pemaknaan Kota Kembang yang pada kenyatannya lebih dominan di sektor Asmara. Bukan sepenuhnya jelek, tetapi nuansa Kota Kembang yang semestinya menjadi Inspirasi keharuman di setiap sektor kehidupan menjadi terdominasi di satu sisi. jelasnya
“Dan bagi saya khususnya, Fenomena itu kurang menyenangkan, apalagi untuk sekelas Ibukota Jawa Barat. Pasti ada hal lain yang lebih elok untuk dipersembahkan keharumannya guna jadi teladan bagi Kabupaten dan Kota lain Se-Jawa Barat”. Terang Yudi.
Sementara bagi Iqbal, ia dan pihaknya telah membangun komitmen untuk memperjuangkan Literasi baca di Sukaresik secara berkala dan teratur.
Dimulai dengan pembangunan kesadaran Pengurus, Para Ketua OKP, Unsur Muspika Kecamatan Sukaresik, seluruh Aparatur Desa, Perangkat Pendidikan SMA, SMP, SD, dan TKA, Dukungan Ulama, Unsur Pengusaha, sehingga nantinya Literasi menjadi identitas yang melekat di masyarakat, dimiliki oleh masyarakat dan berguna buat masyarakat Se-kecamatan, lebih jauh Se-kabupaten, dan lebih jauhnya lagi untuk skala Nasional.
“Membaca adalah salah satu ibadah prinsipil bagi masyarakat Sukaresik. Yang Insya allah kami selalu mendawamkannya secara berkala dan tartil terukur”. Pungkasnya.
(Rizky/tasikraya)
