Tasik Raya

KabupatenTasikmalaya Menjadi Tuan Rumah Peresmian 1.041 BLK Se-Indonesia oleh Wakil Presiden

Kabupaten Tasikmalaya-
Bupati Kabupaten Tasikmalaya Ade Sugianto mendampingi Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin pada kunjungan ke Tasikmalaya, kunjungan tersebut dalam rangka peresmian 1.014 Balai Latihan Kerja (BLK) se-Indonesia.

Kegiatan ini dihadiri Wakil Ketua DPR RI, A. Muhaimin Iskandar; Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil; Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso; Plt. Walikota Tasikmalaya, Pangdam III Siliwangi, Kapolda Jawa Barat, dan pimpinan Pondok Pesantren Cipasung.

Selain peresmian BLK se-Indonesia, Wakil Presiden bersama Menaker RI pun sekaligus gelar Rembuk Nasional Vokasi dan Kewirausahaan di Pondok Pesantren Cipasung Singaparna, Selasa (08/06/2021).

Bupati Ade Sugianto menyampaikan apresiasi terhadap program Pemerintah Pusat, karena tanggap melihat situasi terkini yang diguncang Pandemi covid-19.

“Karena di tengah pandemi covid-19 membutuhkan peningkatan kualitas kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) sekaligus perluasan kesempatan kerja dan bagaimana mendekatkan permodalan. Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya sendiri berencana membangun mobil training untuk dapat melatih masyarakat yang membutuhkan peningkatan keahlian. Dengan mobil training ini tidak terbatas tempat sehingga kapanpun masyarakat membutuhkan dapat dilaksanakan pelatihan.”Ucap Bupati Tasikmalaya

Sementara, Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin mengatakan saat ini persaingan dunia usaha sudah semakin ketat. Oleh karena itu kecepatan, ketepatan, dan efisiensi harus dijadikan pondasi penting untuk bersaing serta termasuk persaingan di sektor ketenagakerjaan.

“Tantangan nyata yang dihadapi adalah langkah- langkah strategis apa yang harus kita lakukan dalam menyiapkan SDM yang mampu menghadapi tantangan di masa depan yang diisi oleh teknologi digital seperti big data, artificial intelligent, internet of things,”Sambung Wapres Ma’ruf Amin.

Sedangkan penyiapan SDM, ujar Wapres, Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan telah membuat Program BLK Komunitas sejak tahun 2017.

Tujuannya adalah mendekatkan akses pelatihan vokasi kepada masyarakat, mencetak SDM unggul, dan memberikan bekal keterampilan dan kompetensi kerja.

BLK Komunitas adalah unit pelatihan Vokasi pada suatu komunitas di lembaga pendidikan keagamaan mon pemerintah yang meliputi pondok pesantren, seminar, Dhammasekha, Pasraman (tempat belajar agama, red), serta komunitas serikat pekerja/serikat buruh (SP/SB) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

“Alhamdulillah, pada tahun 2020, Kementerian Ketenagakerjaan telah membangun 1.014 BLK Komunitas, sehingga secara keseluruhan Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan telah berhasil mendirikan 2.127 BLK Komunitas yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia,”Jelas Wapres Ma’ruf Amin.

Dari pada itu, pembangunan BLK Komunitas semakin relevan dengan tujuan pendiriannya. Wapres Ma’ruf mendorong kejuruan pelatihan terus dikembangkan dengan menyesuaikan kebutuhan pasar kerja dan dunia industri (link and match).

Pelatihan BLK Komunitas juga mendorong minat masyarakat untuk berwirausaha dan membuka lapangan kerja baru, sehingga pada akhirnya dapat menekan angka pengangguran dan memulihkan perekonomian nasional.

“Di tengah dinamika perkembangan dunia saat ini, peserta pelatihan di BLK Komunitas harus mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Kecakapan akan hal ini nantinya akan berperan dalam menentukan kemajuan bangsa,”Tuturnya.

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah menjelaskan, adanya BLK Komunitas diharapkan dapat memberikan bekal keterampilan teknis produksi atau keahlian vokasi sesuai kebutuhan pasar kerja bagi komunitas, pekerja, dan masyarakat umum.

Pihaknya pun telah mengalokasikan program dan anggaran untuk bantuan biaya operasional, serta bantuan program paket pelatihan vokasi.

“Di samping itu, Kemnaker juga  menyiapkan program untuk melatih tenaga instruktur dan pengelola BLK Komunitas, agar mereka mampu mengelola BLK Komunitas dengan baik,”beber Menaker Ida.

Ida Fauziah menambahkan, Kemnaker juga telah mengembangkan program pelatihan vokasi di BLK Komunitas menjadi 23 kejuruan yakni kejuruan Teknik Otomotif, Teknik Pendingin (Refrigerasi), Teknik Las (Welding), Teknik Konstruksi, Furniture & Kriya Kayu (Woodworking), Teknik Perkapalan, Instalasi Infrastruktur Telekomunikasi, Elektronika, Teknik Informatika, Robotika, Multimedia, Desain Komunikasi Visual, Pengolahan Hasil Pertanian (Agroindustri), Pengolahan Hasil Perikanan (Fishery Industry), Kesenian, Seni Kriya (Kerajinan Tangan), Teknik Batik, Desain Mode dan Tekstil (Tata Busana), Tata Rias, Bahasa, Perhotelan, Kesehatan Tradisional, Seni Kuliner, dan Hubungan Industrial.

“Sinergitas antara Pemerintah dengan lembaga keagamaan, dunia industri, dan Serikat Pekerja/Serikat Buruh melalui program pembangunan BLK Komunitas ini diharapkan dapat menjadi tulang punggung dalam mencetak pekerja yang siap kerja,”Cetus Ida.

Peresmian BLK Komunitas di Ponpes Cipasung, Tasikmalaya ini turut diikuti perwakilan lembaga penerima bantuan sebanyak 50 orang secara luring dan 964 orang secara daring melalui video conference.

(Rizky/tasikraya)