Tasik Raya

Ini 7 Pembatasan PSBB di Kota Tasik Besok, Budi Budiman: Gerakan Ini Harus Dirasakan Manfaatnya Oleh Masyarakat

Kota Tasikmalaya – Walikota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman pimpin langsung Apel kesiap siagaan Pencegahan Sosial Berskala Besar (PSBB) ditingkat Kota Tasikmalaya, di Halaman Bale Kota Tasikmalaya, Selasa Sore (5/5/2020)

Menurut Budi Budiman saat jumpa pers mengatakan, Sosialisasi Covid-19 ini akan melalui Media Sosial termasuk juga akan disosialisasikan ditingkat Kelurahan dan Kecamatan.

“Camat dan Lurah serta semua komponen, besok semua akan turun. terus kita gunakan juga media sosial untuk mensosialisasikan serta mengedukasikan dalam pelaksanaan PSBB,” ujar Budi

Budi menjelaskan, “Ada 7 pembatasan dalam pelaksaan PSBB, diantaranya pembatasan pembelajaran di sekolah sekolah, pembatasan aktifitas ditempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan, pembatasan jam operasjonal seperti di swalayan, pasar dan toko-toko, Pembatasan Kegiatan sosial budaya termasuk politik dan Pembatasan penggunaan modal transportasi,” terangnya

Kemudian, dalam rangka apel kesiap siagaan sekarang ini merupakan kepedulian sosial sesuai intruksi Gubernur Jawa Barat terkait pemberlakukan PSBB Se-Jawa Barat yang akan dilaksanakan Rabu Besok (6/5/2020)

“Yang terlibat dalam agenda ini yaitu dari Pihak TNI & Polri, Satpol PP, Dishub dan BPBD. Kita semua sudah siap besok dari tim pasukan gelar semua.”ucap Walikota

Budi juga menambahkan besok ada 45 cek point dari 10 Kecamatan, dan ada beberapa penutupan jalur-jalur tertentu terutama yang Zona Merah. Gerakan PSBB ini harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat Kota Tasikmalaya.

Pemerintah Kota Tasikmalaya bertujuannya sama, bahwa PSBB ini ingin betul-betul berhasil. Semoga tidak bertambah dari pada kasus-kasus yang ada di Kota Tasikmalaya.

Makanya, dengan adanya PSBB menjadi ada keweunangan, misalnya ada pembatasan di fasilitas umum. Itu tidak boleh lebih dari 5 orang karena kita akan bubarkan, sehingga jangan sampai kita banyak orang yang berkerumun.

“Jadi, Tolonglah yang paling utama adalah kesadaran masyarakat, kesadaran kolektif. Karena, PSBB ini untuk kepentingan kita semua itu aja.” Tegas Walikota

Dalam PSBB, tentu dampaknya ke Ekonomi, Sosial, Keagamaan, Olahraga, Budaya akan terganggu semua. Tetapi, kalo kita ingin mengakhiri, kita harus bersama-sama kita akhiri dengan upaya yang ekstrim.

“Ini adalah salah satu kegiatan PSBB 14 hari menutup diri dirumah, wajib pakai masker. Walaupun ada beberapa ada pengecualian kita jaga, dimulai dari fasilitas umum, Pasar nanti diatur jadwalnya dan waktunya diatur.”Pungkasnya

(Rizky/tasikraya)