Tasik Raya

Empat Dapur SPPG di Berhentikan, Wabup Tasikmalaya: Harus Higienis Jangan Timbulkan Kemadaratan

Kabupaten Tasikmalaya, tasikraya.com
Operasional 4 Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat dihentikan sementara.

Karena, penghentian menyusul temuan dugaan keracunan usai menyantap Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Melihat data, SPPG yang ditutup berada di Kecamatan Cikalong, Kecamatan Cipatujah, Kecamatan Manonjaya dan terakhir Kecamatan Singaparna.

“Data yang masuk ada 4 Dapur SPPG yang masih tutup sementara usai ada temuan dugaan keracunan.”Ungkap Asep Sopari, Wakil Bupati Tasikmalaya, Kamis Siang, 23 Oktober 2025.

Pemda, lanjut Asep, terus berupaya menjaga program Makan Bergizi Gratis agar sesuai standar. Fakta dilapangan, tidak hanya dugaan keracunan makananya, terdapat juga keracunan karena fasilitas.

“Saya mendapat laporan dari kawan-kawan, keracunan itu tidak hanya dari makanan, bahan baku, selain cara memasak. Ternyata hari ini timbul juga lingkungan dan perangkat atau peralatan juga sebagai penunjang para petugas SPPG.”Kata Asep Sopari.

Adapun itu, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melalui Satgas MBG mengumpulkan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang jadi penanggung jawab MBG di tingkat Kecamatan. Dan mereka mendapat arahan agar Program Makan Bergizi Gratis tepat sasaran.

Produksi di Dapur, penyaluran sampai diterima penerima manfaat harus dijalankan secara benar.

“Ini adalah program nasional dan menjadi program yang diamanatkan oleh Presiden kita, Pak Prabowo Subianto. Tujuannya sangat mulia, memberikan makanan bergizi dan gratis.”Papar Asep Sopari Al-Ayubi.

Dalam pertemuan itu, Wakil Bupati Tasikmalaya, secara khusus menyoroti potensi risiko di sepanjang rantai pasok makanan, mulai dari bahan baku hingga makanan diterima oleh penerima manfaat.

“Kepada semua pihak yang terlibat dalam MBG, baik itu adalah SPPI, SPPG-nya, maupun Ahli Gizi, ini harus betul-betul punya kepedulian dan perhatian yang sangat serius.”Ungkap Politisi Gerindra.

Asep meminta seluruh proses berjalan higienis, lancar, dan tepat waktu, serta tidak boleh menimbulkan ‘Kemadaratan’.

“Kemadaratan itu bisa berupa keracunan, atau keterlambatan, dan lain sebagainya.”Pungkas Asep menyebutkan bahwa keracunan adalah risiko fatal yang harus dihindari.