Tasik Raya

Di Sumpah Pemuda, ODGJ Yayasan Mentari Hati Harapkan Kepedulian Presiden Baru

Kota Tasikmalaya, tasikraya.com
Permasalahan kesehatan mental, terutama pada Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) masih menjadi isu penting di masyarakat.

Di Kota Tasikmalaya, jumlah ODGJ terus meningkat setiap tahunnya. Yang menciptakan tantangan tersendiri, baik bagi yayasan yang merawat mereka maupun masyarakat umum.

Selain itu, stigma dan diskriminasi terhadap ODGJ juga masih menjadi kendala yang signifikan.

“Caiden Coffee, melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Caiden On The Street (COTS) berkomitmen untuk berkontribusi dalam menangani isu ini.”Ujar Ilham Rafdi Karami Management Caffe Caiden pada tasikraya, Senin (28/10/2024).

Menurutnya, kita mencoba memperkenalkan ODGJ kepada masyarakat. Dikarenakan, pola pandang masyarakat pada ODGJ masih ada rasa takut, diskriminatif dan lainnya.

“COTS berfokus pada pemberdayaan dan penanganan ODGJ melalui berbagai kegiatan kreatif yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan mereka serta mengubah persepsi masyarakat terhadap ODGJ.”Tegasnya.

Program ini bertujuan, memberikan dukungan kepada ODGJ melalui kegiatan kreatif dan interaktif. Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan mental.

Kemudian, mengurangi stigma negatif yang melekat pada ODGJ. Membangun rasa empati dan kebersamaan antara masyarakat dan ODGJ.

Dadang Heryadi (60) Pengelola Panti sekaligus Pendiri Yayasan Mentari Hati mengatakan mereka (COTS) itu golongan Gen-Z dan Milenial.

“Makanya, alhamdulillah mereka peduli atas sobat jiwa di Yayasan Mentari Hati. Acara kedua sekarang cukup gebyar. kedepan bisa show di Dadaha sama mereka.”Ucapnya.

Di Hari Sumpah Pemuda, “Kita bersumpah, pemuda sekarang dan negara ini sedang tidak baik-baik saja. kedepan semoga ada kemajuan bisa stabil ekonomi, dan Presiden baru sekarang ini Prabowo Subianto lebih sayang sama rakyat.”Ungkap Dadang.

“Kami berharap Presiden sekarang harus lebih memikirkan rakyat. Apalagi pada sobat sobat jiwa kaya di mentari hati ini.”Tuturnya.

Dadang mengeluh, di rezim kemarin Yayasan Mentari Hati tidak sama sekali mendapatkan bantuan dari Pemerintah.

Pada waktu itu, dari Dinas Sosial Kota Tasik tengah membantu Yayasan Mentari Hati untuk mengajukan proposal ke Kementerian Sosial. Sejak itu, dari Kementerian Sosial harus balik lagi ke Kota Tasikmalaya.

“Mereka bilangnya harus by name by adress mereka (ODGJ) orang terlantarkan. Mau punya data dari mana, seharusnya ada pengecualian.”Imbuhnya.

Berbeda halnya, jaman dulu di Pemerintahan SBY dari Kementerian Sosial itu dalam setahun ada 3 kali bantuan.

“Tapi jaman (Jokowi) sekarang bener bener tidak ada sama sekali.”Terangnya.

Dadang berkeyakinan, bahwa di Nakhodai oleh Presiden baru sekarang pasti peduli sama mereka (ODGJ). (*)