Kota Tasikmalaya – Setelah Paguyuban Dinas Terkait (PDT) kemarin hari Kamis, (14/5/2020) melakukan aksi teatrikal dengan mengecam yang bermula mengiginginkan adanya Transparansi Anggaran Gugus Tugas terkait Penangan Wabah Covid-19.
kini dari Gerakan Satria Bersarung pada Jum’at Siang, (15/5/2020) melakukan aksi teatrikal dalam menyikapi perihal kebijakan Walikota Tasikmalaya yang tidak Pro Rakyat, salah satunya terkait pengadaan sarung berskala besar disaat momentum pandemi Covid-19.
Kemudian itu, kemarin sudah dibahas di Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya dan terkait pengadaan sarung tersebut menjadi jawaban yang rakyat sesali sehingga menjadi sakit hati, konteks kali ini kita dari gerakan satria bersarung akan terus memantau semua kebijakan-kebijakan yang ada di Kota Tasikmalaya dalam permasalahan Covid-19.
“Saya meminta kepada Walikota Tasikmalaya untuk transparan mengenai anggaran covid-19. bukan hanya itu, saya juga meminta untuk memeriksa semua kepala dinas yang terlibat dalam penangan covid-19.” terang Fahmi atau yang biasa yang di sebut Ojos.
Ojos pun menjelaskan, pihak kabag kesra pernah bilang untuk pengadaan sarung sebelum wabah covid-19 itu bohong, dan kita mempunyai data bahwa corona datang ke Tasikmalaya itu 29 januari 2020. Tuturnya.
“Saya tidak ingin lagi ketika rakyat hari ini membutuhkan bahan pokok, bahkan ada yang dirumahnya sulit makan hingga kelaparan, nah ini malah dari Pemerintah Kota Tasikmalaya mengadakan THR buat para Pejabat yang harganya lumayan sangat bikin sakit hati rakyat.” Tegas Fahmi Ojos.
Sementara itu, pihak Gerakan Satria Bersarung mengungkapkan alasannya Kenapa kami menabur bunga didepan gerbang pemkot, karena itu mencitrakan bahwa Pemerintah yang ada di Kota Tasikmalaya telah mati. Pungkasnya.
(Rizky/tasikraya)
