Tasikmalaya, tasikraya.com-
Sebuah Rumah permanen dua lantai ludes terbakar yang difungsikan sekaligus sebagai toko sembako dan warung eceran bensin di Kampung Cisaat II, RT002/RW001, Desa Sindangkerta, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya.
Insiden itu terjadi sekitar pukul 05.30 WIB. Diduga kuat, kobaran api dipicu oleh percikan dari tungku kayu dapur yang menyalar dan menyambar stok bensin eceran jenis 2-Tak yang disimpan tak jauh dari dapur.
Iptu Agus Sukmana Kapolsek Cipatujah membenarkan adanya peristiwa kebakaran tersebut. Berdasarkan keterangan saksi sekaligus pemilik Rumah, Hj. Hani (58), kejadian bermula saat dirinya hendak menanak nasi di dapur berbahan kayu dan bambu beratap asbes yang menempel di samping bangunan utama.
“Setelah menyalakan api di tungku dapur, korban meninggalkan area dapur sebentar untuk ke kamar mandi. Namun, saat kembali, api ternyata sudah membesar dan menjalar ke area warung.”Ungkap Iptu Agus Sukmana, Kamis Pagi (17/9/2026).
Iptu Agus mengatakan di dalam warung berukuran 4×5 meter tersebut, selain menjual barang kebutuhan pokok (sembako) dan peralatan elektronik seperti kulkas, korban juga menjual bensin eceran jenis 2-Tax.
“Jarak antara tungku dapur kayu dengan tempat penyimpanan bensin eceran hanya sekitar 1,5 meter. Percikan api dari tungku diduga cepat menyambar bahan bakar tersebut sehingga api langsung membakar bagian dalam warung.”Ujar Agus.
Sontak, melihat kobaran api yang kian membesar, korban langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar serta menghubungi Polsek Cipatujah, BPBD Kabupaten Tasikmalaya, dan Pemerintah Desa setempat.
Kemudian, dua orang warga sekitar yang menjadi saksi mata kejadian, yakni Suraji (52) dan Toto Warsito (49), bersama warga lainnya langsung bahu-membahu memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.
Namun, berkat respons cepat warga dan petugas di lapangan, kobaran api berhasil dilokalisasi dan dipadamkan total dalam waktu sekitar satu jam. Penanganan yang sigap membuat api tidak sampai menjalar ke bangunan rumah tempat tinggal di sekitarnya.
“Dalam kejadian ini dipastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Namun, kerugian material ditaksir mencapai kurang lebih Rp 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) akibat kerusakan bangunan ruko berukuran 10×6 meter beserta seluruh isi barang dagangan dan elektronik.”Tutur Agus.
Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat agar senantiasa waspada dan tidak meninggalkan tungku atau kompor dalam keadaan menyala, terutama jika berada di dekat bahan-bahan yang mudah terbakar seperti bahan bakar minyak.
