Tasik Raya

140 Petarung Getarkan Arena Diajang Pasundan Muaythai Championship

Tasikmalaya, tasikraya.com-
Sebanyak 140 Petarung dari berbagai Camp Muaythai Se-Priangan Timur menggetarkan Arena pada Gelaran Pasundan Muaythai Championship 2026.

Dentuman semangat, peluh yang menetes dan tekad yang membara menyatu di Basement Parkir Gedung DPRD Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya.

Ini pertama kejuaraan Muaythai skala besar digelar di Kabupaten Tasikmalaya. Antusiasme langsung membludak. Dari Petarung cilik yang baru mengenal ring, hingga fighter elite sarat pengalaman, semua turun gelanggang membawa ambisi sama: menang dengan terhormat.

Ketua Pengcab Muaythai Kabupaten Tasikmalaya, Adi Septian Nugraha mengatakan ajang ini diikuti sekitar 150 Atlet dengan 67 Partai pertandingan.

“Diikuti 150-an Atlet Muaythai ada 67 partai pertandingan. Kami jadikan ajang ini sebagai silaturahmi antar club dan pembinaan Atlet masa depan. Anak-anak juga sejak dini diajarkan bela diri ini agar mental dan kepribadiannya teruji.”Ucap Adi, Sabtu (3/5/2026).

Dari Pemula Anak-anak hingga Kelas Ampro

Kelas yang dipertandingkan sangat beragam, mulai pemula anak-anak, beginner, amatir, elite, hingga kelas amatir profesional (Ampro) yang diprediksi jadi magnet utama.

Sorotan paling panas tertuju pada laga Four Men Tournament dan Four Women Tournament. Di kelas itu gengsi dipertaruhkan habis-habisan. Piala bergengsi dan uang pembinaan dari sponsor menanti, namun lebih dari itu ada harga diri yang harus dijaga di atas ring.

Bukan sekadar pertandingan, Pasundan Muaythai Championship 2026 menjelma jadi panggung pembuktian siapa yang paling tangguh, paling disiplin, dan paling siap berdiri sebagai juara.

Petarung Cilik Unjuk Gigi

Arkan salah satu peserta yang mencuri perhatian, ia Siswa kelas dua SD dari klub Muaythai KCC Singaparna. Meski masih belia, Arkan tampil percaya diri di atas ring.

“Saya ikut olahraga bela diri ini supaya mental saya kuat dan senang aja. Nggak sakit kok karena latihan juga. Alhamdulillah juara dapat Medali.”Tegas Arkan dengan wajah sumringah sambil mengalungkan Medali di lehernya.

Semangat Arkan tak lepas dari dukungan orang tua. Dede, ayah Arkan, mengaku sengaja mengenalkan Muaythai sejak dini agar anaknya belajar sportivitas dan disiplin.

“Sengaja kami ikutkan anak di olahraga ini supaya belajar sportivitas dari kecil. Fisiknya makin kuat. Anak saya lagi sakit dia tetap mau tanding. Dia sudah senang sama olahraga muaythai. Ya kami selaku orang tua mendukung.”Jelas Dede.

Menurutnya, Muaythai tidak sekadar soal pukul dan tendang. Ada nilai mental, keberanian, serta respek terhadap lawan yang ditanamkan sejak latihan. Itu yang membuat ia yakin bela diri asal Thailand ini cocok untuk pembentukan karakter anak.

Pembinaan Jangka Panjang

Adi Septian Nugraha menyampaikan kejuaraan ini bukan akhir, melainkan bagian dari proses pembinaan berkelanjutan. Pengcab Muaythai Kabupaten Tasikmalaya menargetkan lahirnya atlet-atlet potensial yang bisa menembus level Provinsi hingga Nasional.

“Kita ingin muaythai Tasikmalaya punya stok atlet berjenjang. Dari usia dini, remaja, sampai elite. Makanya kelasnya kita buka lengkap. Yang penting pembinaan jalan terus.”Beber Adi.

Sehingga ia mengapresiasi dukungan Pemkab Tasikmalaya dan DPRD yang memfasilitasi tempat pertandingan. Menurutnya, kolaborasi dengan Pemerintah dan sponsor jadi kunci agar ekosistem Muaythai di daerah terus hidup.

Sepanjang hari, Arena Basement Parkir DPRD Singaparna dipenuhi teriakan suporter. Setiap tendangan, sikutan, dan kuncian disambut gemuruh. Bagi para petarung, menang atau kalah bukan satu-satunya tujuan. Ada pengalaman, mental bertanding, dan jejaring persahabatan antar camp yang mereka bawa pulang.

Pasundan Muaythai Championship 2026 membuktikan, olahraga bela diri di Tasikmalaya punya masa depan. Dari ring sederhana di Basement, lahir mimpi-mimpi besar para Petarung muda untuk harumkan nama Daerah di kancah lebih tinggi.